komput@si (ISSN 2086-5317) http://www.komputasi.lipi.go.id

Siswa Indonesia Raih 4 Perunggu di Olimpiade Komputer
REH ATEMALEM SUSANTI

Empat siswa Indonesia meraih medali perunggu dalam Olimpiade Komputer Internasional ke-19 di Zagreb, Kroasia, 15-22 Agustus lalu. Keempat siswa itu adalah Brian Marshal (SMA BPK Penabur Bandung), Ricky Jeremiah dan Karol Danutama (SMA Kanisius Jakarta), serta Riza Oktavian Nugraha Suminto (SMA Taruna Nusantara Magelang).

"Mereka meraih nilai cukup merata," kata Wakil Ketua Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) 2007 Fauzan Joko kepada Tempo melalui telepon kemarin.

Semula, dia mengaku Tim tidak terlalu berharap banyak dapat memperoleh medali. Sebab, selain perolehan nilai yang tidak begitu tinggi (203-230), soal yang diujikan sangat sulit. "Nilai rata-rata seluruh peserta menurun jika dibanding pada olimpiade sebelumnya," katanya.

Meski hasil yang didapat belum memuaskan, Fauzan berharap penghargaan tetap diberikan kepada siswa utusan olimpiade. "Mereka telah berusaha maksimal," ujarnya.

Olimpiade kali ini diikuti 285 peserta dari 80 negara, seperti Inggris, Belanda, Kanada, dan Denmark. Dalam klasemen umum, posisi indonesia ada di nomor 35 dari seluruh negara peserta. "Kita patut berbangga karena prestasi siswa Indonesia masih jauh lebih baik daripada siswa dari beberapa negara maju, seperti Inggris, Belanda, Kanada, dan Denmark," ujar Fauzan.

Dalam ajang itu, prestasi tertinggi diraih siswa Polandia, Tomasz Kulczyaski, dan juara umum diraih tim dari Cina, yang meraih 4 medali emas.

Seperti tim olimpiade sebelumnya, rombongan TOKI akan kembali ke Indonesia dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta hari ini sekitar pukul 18.00 dengan menumpang pesawat Lufthansa dari Frankfurt dengan nomor penerbangan LH-877.

Direktur Pembinaan SMA Departemen Pendidikan Nasional Sungkowo Mudjiamanu menyatakan bangga atas prestasi tersebut. Departemen, kata dia, memang mengalokasikan dana untuk beberapa tim olimpiade, seperti biologi, fisika, kimia, astronomi, dan komputer. "Anggaran dialokasikan untuk proses seleksi awal, pembinaan, dan pengiriman," ujar Sungkowo.

Soal kemungkinan keempat siswa itu meraih beasiswa, dia menukas, hal itu hanya akan diberikan untuk peraih emas.

Sumber : Koran Tempo (23 Agustus 2007)


revisi terakhir : 29 Agustus 2007