komput@si lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5317 Rabu, 25 Mei 2022  
 
  LIPI
depan
database
database
artikel
kegiatan
situs
info
publikasi
e-data
buku
kontak
  Forum informasi berita :

berita dana beasiswa lowongan teknis

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum informasi berita
» Tulis pesan baru di forum informasi berita

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    Meeting of Indonesian Scientists 2005 - Meeting of Indonesian Scientists in the 21st Century: Toward the Bright and Brilliant Indonesia
    Oleh : Edi Tri Astuti
    Rabu, 12 Oktober 2005 (04:03 WIB) dari IP 202.153.239.181

    - Meeting of Indonesian Scientists in the 21st Century: Toward the Bright and
    Brilliant Indonesia -
    http://www.opi.lipi.go.id/situs/misc1/

    The year of 2005, is the 100th years after the great discovery of Einstein's special theory of relativity which has significant contributions in understanding nature. Indonesia intends this year as "The Indonesian Science Year" which aims to encourage people's social awareness and motivate young generations for struggling seriously on science and technology.

    Related with this motivation, Indonesian Institute of Sciences (LIPI) invites Prof. Dr. Douglas Dean Osheroff (Nobel Prize Winner on Physics in 1996) to give talks: "How Advances in Science are Made?" (1st day) and "So, What Really Happens at Absolute Zero?" (2nd day) and arranges "Meeting of Indonesian Scientists in the 21st Century".

    Hopefully, this meeting is able to encourage young scientists to be involved actively in developing science and technology in Indonesia and throughout the world.

    In this chance, we invites young researchers, university students, academicians and all people who have much interest in developing science and technology to attend this meeting for gaining their maximum benefit by exchange ideas, knowledge and experience in many areas of research.

    Time :
    November 18-19th, 2005

    Place:
    Indonesian Institute of Sciences (LIPI)
    Gedung Widya Graha lt.1
    Jl. Jenderal Gatot Subroto, no. 10
    Jakarta, Indonesia


    Peraih Nobel Fisika Akan Datang : 2005-2006 Tahun Ilmu Pengetahuan Indonesia
    Oleh : MISC 1
    Kamis, 10 November 2005 (09:26 WIB) dari IP 202.153.239.71

    Memperingati Tahun Ilmu Pengetahuan di Indonesia yang berlangsung 2005-2006, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI mengundang peraih Nobel bidang fisika tahun 1996, Douglas Dean Osheroff-Guru Besar dari Universitas Stanford-yang berhasil mengembangkan teknik kriogenik datang ke Indonesia.

    Peringatan ini bertepatan dengan pencanangan Tahun Fisika Internasional dan peringatan 100 tahun munculnya teori fotoelektrik Einstein (E = m.c2) yang ditetapkan UNESCO (United Nations Education, Science and Culture Organization) tahun ini, serta menyambut Tahun Ilmu Pengetahuan Internasional 2006.

    Disampaikan Kepala LIPI Prof Umar A Jenie kepada Kompas pekan lalu, menurut rencana Osheroff akan berada di Indonesia 18-19 November, berceramah dan berdialog dengan para ilmuwan fisika di Indonesia. "Pasca-Bom Bali II, kesediaan hadirnya ilmuwan AS kaliber dunia ini merupakan suatu kehormatan bagi kita," ujar Umar.

    Pemilihan Osheroff dalam peringatan tahun fisika internasional dan ilmu pengetahuan Indonesia mengandung pesan agar ilmuwan Indonesia tergugah memulai pengembangan riset teknologi kriogenik (cryogenic), yaitu cara pendinginan di bawah suhu 0 Celsius. Teknologi ini dapat mendukung pemanfaatan energi alternatif masa depan-fuel cell-yang dirintis di Indonesia.

    Saat ini teknik kriogenik sudah berkembang dan digunakan di industri. Di Indonesia teknologi ini sudah lama digunakan di industri pencarian gas alam (liquified natural gas). Produk itu kemudian diekspor ke Jepang kemudian diolah dan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

    Sayang sejauh ini peneliti Indonesia belum menguasai teknologi kriogenik. Padahal, ini sangat diperlukan untuk menghasilkan hidrogen cair yang digunakan untuk fuel cell. Energi ini dari ionisasi gas hidrogen yang bersumber dari hidrogen cair, metanol, atau hidrida.

    Meskipun belum dapat menguasai proses pencairan hidrogen, Indonesia yang menjadi anggota International Partnership on Hydrogen Economic, telah mampu membuat fuel cell. Perhimpunan yang berpusat di Amerika Serikat ini baru beranggotakan empat negara: Jepang dan Korea Selatan selain Indonesia dan AS. Peneliti Indonesia termasuk paling awal merintis pengembangan teknologi masa depan ini.

    Dalam mengembangkan teknologi energi itu telah terbentuk Konsorsium Fuel Cell Indonesia yang terdiri dari LIPI, BPPT, ITB dan UI. "Para peneliti dari institusi ini bekerja sangat erat untuk mengembangkan fuel cell menjadikan energi untuk pelistrikan di rumah tangga dan sebagai motor penggerak," jelas Umar. Selain itu juga dilakukan kegiatan ilmiah lain di perguruan tinggi dan BUMN.

    Di LIPI sudah dijalin kerja sama beberapa Pusat Penelitian, yaitu Puslit Kimia, Puslit Fisika, dan Puslit Metalurgi untuk pembuatan membran. Sedangkan untuk aplikasi Puslit Telimek telah membuat prototipe fuel cell untuk generator skala lapangan atau di daerah terpencil yang dapat digunakan untuk penerangan.

    Deklarasi Kipnas

    Penyelenggaraan Tahun Ilmu Pengetahuan di Indonesia, jelas Umar merupakan realisasi dari Deklarasi Kipnas (Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional) VIII pada tahun 2003. Karena para ilmuwan menginginkan ilmu pengetahuan menjadi arus utama pada pertimbangan atau menjadi pijakan dalam menetapkan kebijakan pembangunan (knowledge based society and economy).

    Selama 30 tahun ini Umar melihat pembangunan di Indonesia bertumpu pada hasil ekspor sumber daya alam sebagai bahan mentah seperti kayu dan migas. "Kita tidak atau kurang menerapkan kemajuan teknologi untuk memberi nilai tambah. Padahal sumber daya manusia Indonesia juga tidak kalah dengan bangsa lainnya dalam menguasai teknologi," katanya.

    Seperti dikemukakan Susilo Bambang Yudhoyono dalam peringatan Tahun Indonesia untuk Ilmu Pengetahuan, 27 Oktober lalu, tahun ini merupakan waktu yang tepat untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk berinovasi. "Di balik cobaan yang menimpa bangsa ini, seperti krisis ekonomi dan melonjaknya harga BBM, kita tidak boleh menyerah. Justru ini jadi dorongan untuk melakukan penelitian hingga muncul inovasi untuk mengatasi masalah tersebut," ujarnya.

    Salah satu inovasi yang ditawarkan peneliti LIPI adalah rancang bangun mobil listrik yang dinamai Marlip dan sepeda motor yang menggunakan fuel cell. (YUN)

    Sumber : Kompas (7 November 2005)


  • TULIS TANGGAPAN BARU :

    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis : username :     password :
    isi :

    » kirim ke teman
    » versi cetak
    » berbagi ke Facebook
    » berbagi ke Twitter
    » markah halaman ini

  •  

    PERHATIAN : komput@si berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
    - sejak 1 Maret 2004 -
      Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI