komput@si lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5317 Rabu, 25 Mei 2022  
 
  LIPI
depan
database
database
artikel
kegiatan
situs
info
publikasi
e-data
buku
kontak
  Forum informasi berita :

berita dana beasiswa lowongan teknis

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum informasi berita
» Tulis pesan baru di forum informasi berita

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    Ingin 'Merdeka' di Bidang TI Komunitas TI Susun 'Deklarasi Bandung'
    Oleh : Detikcom
    Selasa, 3 Mei 2005 (07:45 WIB) dari IP 202.155.39.179

    detikcom - Jakarta, Meminjam semangat Konferensi Asia Afrika, yang baru saja
    genap 50 tahun, sekelompok komunitas teknologi informasi akan menyusun
    'Deklarasi ICT Bandung'. Merdeka?

    Selasa dan Rabu ini (3-4 Mei 2005) akan digelar konferensi bertajuk 'ICT untuk
    Indonesia' di Institut Teknologi Bandung. 'Deklarasi ICT' rencananya akan
    disempurnakan dan dibacakan dalam acara itu.

    Demikian diungkapkan oleh Suhono Harso Supangkat, Ketua Umum panitia konferensi
    tersebut, kepada detikinet, Senin (02/05/2005). "Kita ingin lebih menggugah.
    Mendeklarasikan kebangkitan teknologi informasi di Indonesia, bagaimana supaya
    pembangunan ICT lebih efisien dan efektif," tuturnya.

    Resminya deklarasi itu diberi nama 'Deklarasi Pembangunan TIK Menuju Masyarakat
    yang Berpengetahuan'. Deklarasi itu mendapat julukan 'Dasa Sila Teknologi
    Informasi dan Komunikasi (TIK) Bandung' karena akan dibacakan di Bandung.

    Suhono mengakui nama tersebut 'dipinjam' dari Dasa Sila Bandung yang terkenal.
    Dasa Sila Bandung adalah julukan bagi dokumen bersejarah hasil Konferensi Asia
    Afrika (KAA) pertama di Bandung, 1955.

    Dokumen tersebut konon merupakan benih pemikiran untuk mendirikan negara Non-
    Blok. Sebuah sikap kemandirian dan ketidakberpihakan dari negara-negara yang
    cenderung 'disingkirkan' dalam peta politik Internasional.

    'Ruh' itulah yang, menurut Suhono, ingin diadopsi oleh Dasa Sila ICT Bandung.
    "Dasasila itu kan kesadaran kita (Indonesia dan negara-negara Asia-Afrika -red.)
    untuk membangun bersama-sama. Komitmen kita untuk menghancurkan penjajahan. Nah,
    yang ini mungkin untuk penjajahan dalam bidang TI," Direktur Pusat Inkubator
    Bisnis ITB itu menjelaskan.

    Beberapa prinsip yang konon diusung dalam deklarasi itu, Suhono menjelaskan,
    termasuk prinsip kompetisi, regulasi yang transparan, e-leadership hingga akses
    yang luas.

    Rancangan deklarasi itu akan dibagikan pada peserta konferensi besok, Selasa
    (03/05/2005). Sedangkan pembacaannya direncanakan akan bertepatan dengan
    penutupan konferensi hari Rabu (04/05/2005).

    Berikut ini sepuluh butir pernyataan yang dikutip dari rancangan deklarasi
    tersebut:

    1. Peningkatan kemampuan dan pemahaman kebijakan Teknologi Informasi dan
    Komunikasi (TIK) para pemimpin di pemerintahan, instansi pendidikan, perusahaan,
    UKM dan LSM sehingga penerapan TIK selaras dengan tujuan masing-masing lembaga/
    perusahaan (e-leadership) demi kemakmuran bangsa.
    2. Percepatan penetrasi satuan sambungan layanan data dan suara secara nasional,
    sehingga kesenjangan digital antara daerah maju dan terpencil dapat diatasi.
    3. Peningkatan penerapan TIK yang sesuai dengan tujuan pembangunan dan
    perusahaan malalui prinsip tata kelola TIK yang baik (ICT Governance).
    4. Peningkatan pengelolaan usaha jasa operator jaringan dan layanan TIK yang
    optimal agar lebih murah dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat
    5. Peningkatan kemampuan usaha industri TIK perangkat lunak, keras dan
    konsultasi nasional.
    6. Peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia TIK di berbagai level, mulai
    dari skill dan knowledge, perencanaam, pengoperasian, perawatan dan pengawasan.
    7. Peningkatan kerjasama pemerintah, universitas, masyarakat dan dunia industri
    dalam pengembangan TIK.
    8. Peningkatan penerapan TIK untuk pemerintahan dan pelayanan publik yang
    bersih, transparan dan efisien.
    9. Peningkatan muatan (konten) informasi yang memberikan dampak yang baik
    terhadap produktifitas, moral dan budaya bangsa.
    10. Peningkatan regulasi TIK dan pengawasannya, sehingga lebih transparan dan
    menumbuhkan sistem kompetisi yang sehat bagi para operator jaringan dan
    pelayanan. (wsh) detikcom - Jakarta, Meminjam semangat Konferensi Asia Afrika, yang baru saja
    genap 50 tahun, sekelompok komunitas teknologi informasi akan menyusun
    'Deklarasi ICT Bandung'. Merdeka?

    Selasa dan Rabu ini (3-4 Mei 2005) akan digelar konferensi bertajuk 'ICT untuk
    Indonesia' di Institut Teknologi Bandung. 'Deklarasi ICT' rencananya akan
    disempurnakan dan dibacakan dalam acara itu.

    Demikian diungkapkan oleh Suhono Harso Supangkat, Ketua Umum panitia konferensi
    tersebut, kepada detikinet, Senin (02/05/2005). "Kita ingin lebih menggugah.
    Mendeklarasikan kebangkitan teknologi informasi di Indonesia, bagaimana supaya
    pembangunan ICT lebih efisien dan efektif," tuturnya.

    Resminya deklarasi itu diberi nama 'Deklarasi Pembangunan TIK Menuju Masyarakat
    yang Berpengetahuan'. Deklarasi itu mendapat julukan 'Dasa Sila Teknologi
    Informasi dan Komunikasi (TIK) Bandung' karena akan dibacakan di Bandung.

    Suhono mengakui nama tersebut 'dipinjam' dari Dasa Sila Bandung yang terkenal.
    Dasa Sila Bandung adalah julukan bagi dokumen bersejarah hasil Konferensi Asia
    Afrika (KAA) pertama di Bandung, 1955.

    Dokumen tersebut konon merupakan benih pemikiran untuk mendirikan negara Non-
    Blok. Sebuah sikap kemandirian dan ketidakberpihakan dari negara-negara yang
    cenderung 'disingkirkan' dalam peta politik Internasional.

    'Ruh' itulah yang, menurut Suhono, ingin diadopsi oleh Dasa Sila ICT Bandung.
    "Dasasila itu kan kesadaran kita (Indonesia dan negara-negara Asia-Afrika -red.)
    untuk membangun bersama-sama. Komitmen kita untuk menghancurkan penjajahan. Nah,
    yang ini mungkin untuk penjajahan dalam bidang TI," Direktur Pusat Inkubator
    Bisnis ITB itu menjelaskan.

    Beberapa prinsip yang konon diusung dalam deklarasi itu, Suhono menjelaskan,
    termasuk prinsip kompetisi, regulasi yang transparan, e-leadership hingga akses
    yang luas.

    Rancangan deklarasi itu akan dibagikan pada peserta konferensi besok, Selasa
    (03/05/2005). Sedangkan pembacaannya direncanakan akan bertepatan dengan
    penutupan konferensi hari Rabu (04/05/2005).

    Berikut ini sepuluh butir pernyataan yang dikutip dari rancangan deklarasi
    tersebut:

    1. Peningkatan kemampuan dan pemahaman kebijakan Teknologi Informasi dan
    Komunikasi (TIK) para pemimpin di pemerintahan, instansi pendidikan, perusahaan,
    UKM dan LSM sehingga penerapan TIK selaras dengan tujuan masing-masing lembaga/
    perusahaan (e-leadership) demi kemakmuran bangsa.
    2. Percepatan penetrasi satuan sambungan layanan data dan suara secara nasional,
    sehingga kesenjangan digital antara daerah maju dan terpencil dapat diatasi.
    3. Peningkatan penerapan TIK yang sesuai dengan tujuan pembangunan dan
    perusahaan malalui prinsip tata kelola TIK yang baik (ICT Governance).
    4. Peningkatan pengelolaan usaha jasa operator jaringan dan layanan TIK yang
    optimal agar lebih murah dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat
    5. Peningkatan kemampuan usaha industri TIK perangkat lunak, keras dan
    konsultasi nasional.
    6. Peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia TIK di berbagai level, mulai
    dari skill dan knowledge, perencanaam, pengoperasian, perawatan dan pengawasan.
    7. Peningkatan kerjasama pemerintah, universitas, masyarakat dan dunia industri
    dalam pengembangan TIK.
    8. Peningkatan penerapan TIK untuk pemerintahan dan pelayanan publik yang
    bersih, transparan dan efisien.
    9. Peningkatan muatan (konten) informasi yang memberikan dampak yang baik
    terhadap produktifitas, moral dan budaya bangsa.
    10. Peningkatan regulasi TIK dan pengawasannya, sehingga lebih transparan dan
    menumbuhkan sistem kompetisi yang sehat bagi para operator jaringan dan
    pelayanan. (wsh) detikcom - Jakarta, Meminjam semangat Konferensi Asia Afrika, yang baru saja
    genap 50 tahun, sekelompok komunitas teknologi informasi akan menyusun
    'Deklarasi ICT Bandung'. Merdeka?

    Selasa dan Rabu ini (3-4 Mei 2005) akan digelar konferensi bertajuk 'ICT untuk
    Indonesia' di Institut Teknologi Bandung. 'Deklarasi ICT' rencananya akan
    disempurnakan dan dibacakan dalam acara itu.

    Demikian diungkapkan oleh Suhono Harso Supangkat, Ketua Umum panitia konferensi
    tersebut, kepada detikinet, Senin (02/05/2005). "Kita ingin lebih menggugah.
    Mendeklarasikan kebangkitan teknologi informasi di Indonesia, bagaimana supaya
    pembangunan ICT lebih efisien dan efektif," tuturnya.

    Resminya deklarasi itu diberi nama 'Deklarasi Pembangunan TIK Menuju Masyarakat
    yang Berpengetahuan'. Deklarasi itu mendapat julukan 'Dasa Sila Teknologi
    Informasi dan Komunikasi (TIK) Bandung' karena akan dibacakan di Bandung.

    Suhono mengakui nama tersebut 'dipinjam' dari Dasa Sila Bandung yang terkenal.
    Dasa Sila Bandung adalah julukan bagi dokumen bersejarah hasil Konferensi Asia
    Afrika (KAA) pertama di Bandung, 1955.

    Dokumen tersebut konon merupakan benih pemikiran untuk mendirikan negara Non-
    Blok. Sebuah sikap kemandirian dan ketidakberpihakan dari negara-negara yang
    cenderung 'disingkirkan' dalam peta politik Internasional.

    'Ruh' itulah yang, menurut Suhono, ingin diadopsi oleh Dasa Sila ICT Bandung.
    "Dasasila itu kan kesadaran kita (Indonesia dan negara-negara Asia-Afrika -red.)
    untuk membangun bersama-sama. Komitmen kita untuk menghancurkan penjajahan. Nah,
    yang ini mungkin untuk penjajahan dalam bidang TI," Direktur Pusat Inkubator
    Bisnis ITB itu menjelaskan.

    Beberapa prinsip yang konon diusung dalam deklarasi itu, Suhono menjelaskan,
    termasuk prinsip kompetisi, regulasi yang transparan, e-leadership hingga akses
    yang luas.

    Rancangan deklarasi itu akan dibagikan pada peserta konferensi besok, Selasa
    (03/05/2005). Sedangkan pembacaannya direncanakan akan bertepatan dengan
    penutupan konferensi hari Rabu (04/05/2005).

    Berikut ini sepuluh butir pernyataan yang dikutip dari rancangan deklarasi
    tersebut:

    1. Peningkatan kemampuan dan pemahaman kebijakan Teknologi Informasi dan
    Komunikasi (TIK) para pemimpin di pemerintahan, instansi pendidikan, perusahaan,
    UKM dan LSM sehingga penerapan TIK selaras dengan tujuan masing-masing lembaga/
    perusahaan (e-leadership) demi kemakmuran bangsa.
    2. Percepatan penetrasi satuan sambungan layanan data dan suara secara nasional,
    sehingga kesenjangan digital antara daerah maju dan terpencil dapat diatasi.
    3. Peningkatan penerapan TIK yang sesuai dengan tujuan pembangunan dan
    perusahaan malalui prinsip tata kelola TIK yang baik (ICT Governance).
    4. Peningkatan pengelolaan usaha jasa operator jaringan dan layanan TIK yang
    optimal agar lebih murah dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat
    5. Peningkatan kemampuan usaha industri TIK perangkat lunak, keras dan
    konsultasi nasional.
    6. Peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia TIK di berbagai level, mulai
    dari skill dan knowledge, perencanaam, pengoperasian, perawatan dan pengawasan.
    7. Peningkatan kerjasama pemerintah, universitas, masyarakat dan dunia industri
    dalam pengembangan TIK.
    8. Peningkatan penerapan TIK untuk pemerintahan dan pelayanan publik yang
    bersih, transparan dan efisien.
    9. Peningkatan muatan (konten) informasi yang memberikan dampak yang baik
    terhadap produktifitas, moral dan budaya bangsa.
    10. Peningkatan regulasi TIK dan pengawasannya, sehingga lebih transparan dan
    menumbuhkan sistem kompetisi yang sehat bagi para operator jaringan dan
    pelayanan. (wsh)


    Re: Ingin 'Merdeka' di Bidang TI Komunitas TI Susun 'Deklarasi Bandung'
    Oleh : Suara
    Sabtu, 28 Mei 2005 (03:09 WIB) dari IP 140.105.16.2

    Semoga tidak berhenti jadi sekedar deklarasi, mending berjuang langsung yang riil sajalah...

    -rakyat biasa


  • TULIS TANGGAPAN BARU :

    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis : username :     password :
    isi :

    » kirim ke teman
    » versi cetak
    » berbagi ke Facebook
    » berbagi ke Twitter
    » markah halaman ini

  •  

    PERHATIAN : komput@si berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
    - sejak 1 Maret 2004 -
      Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI