komput@si lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5317 Sabtu, 21 Mei 2022  
 
  LIPI
depan
database
database
artikel
kegiatan
situs
info
publikasi
e-data
buku
kontak
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Software Aksara Jawa Ditemukan Mahasiswi Ubaya
Benny N. Joewono

Mahasiswi Universitas Surabaya (Ubaya), Errista Yuniasti (24), menciptakan software (perangkat lunak komputer) aksara Jawa yang mengubah aksara/huruf Latin menjadi aksara Jawa dan sebaliknya.

"Awalnya, saya mempelajari teori komputasi yang praktiknya sering terjadi dalam bentuk software mirip kamus dari bahasa Indonesia ke Inggris dan sebaliknya, lalu saya berpikir yang lain," katanya.

Dalam kesempatan itu, mahasiswi kelahiran Surabaya, 15 Juni 1985, itu mencoba menulis "mangan sego telo" pada software miliknya, lalu tampilan di bagian bawah muncul tulisan dalam aksara Jawa berbentuk "ho-no-co-ro-ko" yang menafsirkan tulisan Latin tersebut.

"Saya menggunakan program vb-6 (visual basic keenam) dan program itu saya namakan gendhis (gadis)," kata mahasiswi jurusan Teknik Informatika di Fakultas Teknik (FT) Ubaya.

Program yang dirancang meliputi huruf, wilangan (angka), aksara murdo, aksara suoro, pepet (ucapan beberapa macam huruf e), aksara urip (ho-no-co-ro-ko), aksara mati (nonvokal), rekan (v, z, sy, dan sejenisnya), sandangan (vokal, konsonan), suku, taling, taling tarung, pangkon, cokro, pengkal, dan capil (spasi).

"Program yang saya buat itu akan mempermudah mereka yang belajar bahasa Jawa tanpa proses pembelajaran. Mereka yang enggak paham akan menjadi paham," katanya.

Namun, software yang dibuatnya itu maksimal 200 karakter, termasuk capil (spasi) di dalamnya. Ia mengaku sempat mengalami kesulitan selama merancang software tersebut. Peraturan aksara Jawa yang beragam membuatnya kesulitan karena ada perbedaan aksara Jawa di Jatim, Jateng, dan Jabar.

"Tapi, saya akhirnya menyimpulkan untuk memakai aksara Jawa yang sifatnya umum. Saya mencari bahan dari buku-buku berbahasa Jawa, bahkan saya menemukan buku bahasa Jawa terbitan tahun 1966 di Pasar Blauran, Surabaya," katanya.

Sumber : Kompas, 7 April 2009

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 8 Oktober 2011

 

PERHATIAN : komput@si berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 1 Maret 2004 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI