komput@si lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5317 Sabtu, 21 Mei 2022  
 
  LIPI
depan
database
database
artikel
kegiatan
situs
info
publikasi
e-data
buku
kontak
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

File terlalu besar? Kompresi solusinya
Akhmad Ludiyanto

Bagi yang kerap beraktivitas dengan komputer, kompresi file menjadi hal yang sangat penting. Meski teknologi saat ini menyediakan kapasitas penyimpanan yang semakin besar dan kecepatan jaringan yang semakin tinggi, namun kompresi masih diperlukan.

Tak hanya untuk kepentingan penyimpanan, tetapi kompresi juga digunakan untuk kepentingan pengiriman file. Kompresi merupakan proses memadatkan atau membuat file yang besar menjadi kecil. Dengan file-file yang kecil, maka kapasitas penyimpanan pada komputer juga akan dapat menampung file yang lebih banyak.

Kompresi juga sangat berguna untuk kepentingan pengiriman file atau berkas melalui jaringan. Teknisi Hardware dan Software Solonet, Solo, Rico Adrian mengatakan kompresi ini dibedakan menjadi dua, yakni loseless dan lossy. Menurutnya, kompresi dengan loseless biasanya kapasitas file tetap, tetapi hanya soal kualitasnya saja yang berubah karena ada penurunan bandwidth.

“Kapasitas file-nya tetap, cuma kualitasnya saja yang berubah. Biasanya kompresi ini digunakan untuk video atau televisi broadcast,” kata dia saat ditemui Espos beberapa waktu lalu.

Sementara kompresi dengan lossy diikuti dengan penurunan kapasitas file. Pada kompresi ini, biasanya program akan membuang beberapa data yang tidak penting. Dia menambahkan kompresi bisa dilakukan pada data, image, video, audio yang dibedakan pada medianya sehingga prosesnya juga berbeda.

Komputasi

Proses kompresi yang paling sederhana adalah pada saat melakukan penyimpanan (save as) yakni dengan memilih format. Pada Microsoft Word misalnya, jika hanya ingin menyimpan sebuah data tulisan ketikan saja cukup disimpan pada format txt. File yang akan disimpan otomatis hanya teks saja, sementara file lain seperti model huruf (font), gambar dan lainnya tidak dapat tersimpan. “Dengan demikian, otomatis file menjadi ringkas dan efisien sehingga hemat tempat penyimpanan”.

Di sisi lain, kompresi dengan berbagai algoritma tentu membutuhkan komputasi untuk proses kompresi dan dekompresi, yang berarti setiap ingin membaca file yang dikompres itu, harus melakukan dekompresi terlebih dahulu. Oleh sebab itu, kompresi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan.

Dalam situs http://adhamsomantrie.com/?p=95, menyebutkan ada kelebihan dan kekurangan kompresi. Menurut situs itu, pada kompresi yang cukup kuat ukuran file menjadi sangat kecil sehingga menyita ruang penyimpanan yang kecil, dan lebih cepat ditransmisikan di jaringan. Namun butuh waktu yang lebih lama untuk mengkompres dan mendekompresnya. Kompresi lemah, ukuran file tetap besar, hanya berkurang sedikit. Maka proses kompresi dan dekompresinya lebih cepat. Namun banyak menyita ruang penyimpanan, serta membutuhkan waktu yang lama saat ditransmisikan di jaringan.

Sumber : Solo Pos (9 November 2008)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 10 November 2008

 

PERHATIAN : komput@si berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 1 Maret 2004 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI