komput@si lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5317 Sabtu, 21 Mei 2022  
 
  LIPI
depan
database
database
artikel
kegiatan
situs
info
publikasi
e-data
buku
kontak
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Komputasi magnetik, alternatif atas silikon
Gombang Nan Cengka

Pada 1960, Henry Moore mengamati bahwa pembuat chip silikon dapat menggandakan jumlah transistor dalam satu luas keping silikon tertentu dalam waktu 18 bulan. Pernyataan ini kemudian terkenal sebagai hukum Moore, yang sampai sekarang masih berlaku.

Banyak orang yang memperkirakan bahwa hukum Moore ini sudah mendekati batasnya ketika para pembuat chip mulai menciutkan ukuran transistor sampai 45 nanometer.

Akan tetapi, para insinyur dan peneliti sampai saat ini masih saja mampu mengakali masalah yang muncul. Terakhir, Ralf Heilmann dan rekan-rekannya di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Laboratorium Nanoteknologi Antariksa, menemukan proses yang dapat dikembangkan lebih jauh untuk membuat chip yang lebih padat lagi.

Pada saat ini, chip 45 nanometer sudah diproduksi masal, dan chip 32 nanometer sudah dibuat dalam laboratorium.

Proses yang ditemukan Heinemann, seperti yang dilaporkan oleh situs NewScientist, diperkirakan dapat menciutkan transistor dalam chip lebih jauh lagi.

Meski demikian, masih ada pihak yang berpendapat bahwa kita harus bersiap-siap menghadapi akhir dari hukum Moore. Salah satu caranya adalah dengan berpaling pada material baru selain silikon.

Proyek yang didanai oleh Uni Eropa, MAGLOG, saat ini tengah mengembangkan bahan feromagnetik, yang diharapkan dapat menghasilkan prosesor yang lebih cepat dan lebih efisien daripada keping silikon konvensional.

Penelitian ini memanfaatkan efek yang dinamakan sebagai magnetoresistansi, yang pertama kali diamati oleh fisikawan Lord Kelvin. Dia menemukan bahwa tahanan listrik besi berubah medan magnet eksternal, dan perubahan ini juga bergantung pada arah.

Efek yang diamati Lord Kelvin ini sangat kecil, tetapi pada 1988 Peter Gr´┐Żnberg and Albert Fert berhasil mengembangkan bahan dengan magnetoresistansi lebih besar. Mereka dianugerahi hadiah Nobel tahun 2007 lalu berkat penemuan ini.

Prosesor yang dibuat menggunakan bahan feromagnetik ini diharapkan akan lebih hemat energi dibandingkan dengan yang dibuat dari silikon. Salah satu penyebabnya adalah kemampuan mempertahankan informasi meskipun chip tidak dialiri arus.

Sumber : Bisnis Indonesia (14 Juli 2008)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 4 September 2008

 

PERHATIAN : komput@si berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 1 Maret 2004 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI