komput@si lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5317 Sabtu, 21 Mei 2022  
 
  LIPI
depan
database
database
artikel
kegiatan
situs
info
publikasi
e-data
buku
kontak
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Kecerdasan Kolektif, Model Kerjasama Serangga
-

Perilaku gotong-royong yang diperlihatkan semut, lebah, rayap, dan berbagai serangga lainnya memang luar biasa. Masing-masing memiliki kecerdasan kolektif sehingga dapat mengambil peran dengan merespon sinyal dari siapa saja untuk mencapai tujuan bersama.

Karena memiliki karakteristik yang mirip, hal tersebut dapat digunakan untuk memahami dan memodelkan fenomena seperti pembekuan darah, pengaturan lalu lintas, ekspresi gen, dan respon kekebalan tubuh. Teknologi semacam ini juga dapat dimanfaatkan dalam bidang robotika, nanoteknologi, biologi molekul, kedokteran, pengendalian trafik dan keramaian, taktik militer, dan bahkan seni interaktif.

Mahasiswa dan civitas akademik di Kelompok Penelitian Evolutionary and Swarm Design (ESD) di Universitas Calgary, Kanada memodelkan perilaku kerja sama ini untuk mengaplikasikannya pada sejumlah masalah. Teori pemodelan kerja sama ini melahirkan kerangka konsep baru untuk memperkaya sistem kecerdasan buatan yang berpotensi digunakan pada desain hardware dan software.

"Apa yang membuat saya tertarik adalah kenyataan bahwa baru sedikit sistem yang menerapkan prinsip tersebut meskipun cara kerjanya mirip," kata Christian Jacob, pimpinan Kelompok Penelitian ESD. Menurutnya, model yang menggambarkan bala tentara semut menyerang mangsanya dapat digunakan untuk memprediksi trafik lalu lintas atau pejalan kaki di jalanan.

Model yang menggambarkan bagaimana burung dan ikan berkumpul dapat diaplikasikan dalam berbagai kegiatan di sekolah, misalnya untuk menguji fungsi algoritma atau melatih jaringan saraf tiruan. Jacob yakin bahwa perangkat komputasi yang meniru proses biologi seperti dikembangkan di laboratoriumnya akan berguna untuk mengembangkan berbagai bentuk teknologi di abad 21.

Kecerdasan kolektif

Berbeda dengan organisasi hierarki yang banyak dipakai oleh manusia untuk mengatur kelompok, kebanyakan spesies sosial mencapai tujuan kelompoknya menggunakan pendekatan akar rumput yang benar-benar murni. Sebab, tidak ada struktur pengendali dan perintah terpusat. Kerja sama yang dilakukan rayap, misalnya, memperlihatkan kemampuan melakukan sesuatu bersama-sama jauh lebih besar daripada serangga tunggal yang tidak memiliki kebiasaan sosial.

Kecerdasan kolektif ini dilakukan secara tersebar dari respon masing-masing serangga terhadap rangsangan di sekitarnya, khususnya dari anggota lain yang akan bekerja sama. Tidak ada ketua dalam hal ini dan tidak ada salah satu individu yang memperlihatkan dominasi. Hebatnya, respon dari setiap individu dapat membangun tujuan bersama yang diinginkan kelompok tersebut. Lihatlah bagaimana semut membangun jembatan tubuh untuk menggapai dahan yang tinggi.

"Apa yang berlaku dalam bidang biologi sering juga dapat berlaku dalam proses komputasi," kata Jacob. Misalnya, untuk beberapa jenis aplikasi, kumpulan komponen kecil, sederhana, dan kemampuan terbatas, kemampuan mengambil keputusan secara perbagian, dan komunikasi antara bagian-bagian terdekat dapat meningkatkan kemampuan prosesor terpusat. Apalagi jika sistem tersebut mampu bekerja secara tersebar, maka ia akan memiliki ketahanan dan lebih fleksibel.

Sumber : Kompas (22 Februari 2006)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 23 Desember 2007

 

PERHATIAN : komput@si berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 1 Maret 2004 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI