komput@si lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5317 Sabtu, 21 Mei 2022  
 
  LIPI
depan
database
database
artikel
kegiatan
situs
info
publikasi
e-data
buku
kontak
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Internet Merambah Antariksa
Ninok Leksono

"Pada saatnya nanti seluruh dunia akan memiliki akses ke layanan yang ada di internet." (Vint Cerf, salah satu pencipta internet, Seoul, 2007)

Dalam edisi 2.12 Desember 1994, jurnal Wired menurunkan laporan tentang para pendiri internet. Laporan itu diturunkan untuk mengenang 25 tahun kehadiran internet. Sebenarnya yang diperingati pada waktu itu ialah instalasi simpul pertama arpanet, pendahulu internet (Katie Hafner, Wired, "The Creators").

Di antara nama besar para pendiri ada Bob Taylor, ahli psikoakustik yang menjadi Direktur Program Riset Komputer di Departemen DARPA (Defense’s Advanced Research Project Agency) tahun 1966. Saat itulah ia mendapat ide untuk menghubungkan komputer-komputer dalam jaringan.

Awalnya, dengan mendapatkan berbagai situs riset untuk berbagi sumber daya komputasi, Taylor berharap bisa menghemat sejumlah uang. Padahal, sebenarnya dengan itu Taylor akan meletupkan satu revolusi. Beruntunglah ada Charlie Herzfeld, atasan Taylor saat itu, yang menjabat sebagai Kepala ARPA dan mengendalikan dana. Ia menyukai ide Taylor dan memberinya 1 juta dollar AS untuk membangun jaringan eksperimental.

Sesudahnya ada Larry Robert, pionir dalam jaringan komputer di Laboratorium Lincoln MIT, yang dianggap sebagai satu-satunya ilmuwan di AS yang bisa mewujudkan jaringan dimaksud. Lalu ada Wes Clark, ilmuwan komputer berbakat, yang mengusulkan interface message processor (IMP).

Di antara nama lain terdapat sekelompok mahasiswa UCLA, yakni Vint Cerf, Jon Postel, Steve Crocker, dan Bill Naylor yang bekerja untuk menghubungkan IMP pertama dengan komputer pusat universitas. Crocker mengepalai Network Working Group, upaya terorganisasi pertama untuk mengembangkan standar dan protokol bagi arpanet dan—kemudian—internet. Cerf dan Kahn melanjutkan pengembangan apa yang kini menjadi ciri khas internet, yakni transmission control protocol/internet protocol (TCP/IP). Mereka bekerja untuk menjadikan TCP/IP sebagai standar satu-satunya di antara bahasa komunikasi pada pertengahan 1980-an.

Dalam riwayat pendek itu, Cerf dipandang sebagai Si Tua, karakter utama yang oleh banyak kalangan dianggap sebagai bapak sejati internet. Sejak 1991 ia menjadi Presiden Internet Society, organisasi internasional yang mencurahkan diri bagi evolusi dan penyebaran berkelanjutan internet.

Kini internet dipandang sebagai satu kisah sukses pascamodern, yang jadi tumpuan jutaan orang di dunia untuk mengerjakan berbagai urusan pribadi, bisnis, dan pekerjaan lainnya.

Meluas ke antariksa

Setelah kini merambah ke berbagai penjuru dunia, internet diproyeksikan akan meluas ke angkasa luar, wilayah yang sebelumnya tidak terdapat jaringan. Inilah yang diprediksikan Vint Cerf.

Seperti dilaporkan Jun Kwanwoo (AFP/Jakarta Post, 18/10), Cerf mengatakan, internet "antarplanet" ini akan mengakses informasi dan mengontrol eksperimen yang berlangsung di tempat jauh dari Bumi.

Kalau sampai internet meluas ke tata surya, akan diperlukan aturan dan regulasi baru. Saat berbicara di Seoul pekan lalu, Cerf menambahkan bahwa dirinya dan sejumlah pakar lain kini sedang mengerjakan sejumlah standar yang dirancang untuk memandu komunikasi internet era angkasa luar.

"Akhirnya internet bisa membawa kita ke wilayah yang sebelumnya tidak ada jaringan," ujar Cerf, yang kini menjadi Wakil Presiden Google.

Untuk mewujudkan proyek baru ini, Cerf bekerja dengan kelompok insinyur di Jet Propulsion Laboratory di California dan bertekad merampungkan bagian kunci komunikasi antariksa seperti yang ia lakukan untuk internet dulu dalam tempo tiga tahun.

Seperti dituturkan Cerf, standar baru dibutuhkan karena jarak yang harus ditempuh amat besar, yang dalam proses komunikasi melintasi antariksa ini juga ada kelambatan (delay) waktu. Kalau perkiraan Cerf benar, pada tahun 2010 akan ada satu pilar (backbone) antarplanet guna membantu misi robotik atau berawak dengan komunikasi yang kokoh.

Perkembangan pesat

Cerf amat takjub dengan perkembangan eksplosif temuannya itu dalam satu dekade terakhir, dan ia menduga hal itu akan terus berlanjut. Dilaporkan bahwa pertumbuhan pengguna internet dalam dekade terakhir mencapai 20 kali sehingga kini ada sekitar 1,2 miliar pengguna pada tahun 2007.

Sementara itu, jumlah server meningkat dari 22,5 juta menjadi 489 juta. Atas dasar itu, kata Cerf, pada satu saat nanti seluruh dunia akan memiliki akses terhadap layanan yang ada di internet.

Menyangkut pertumbuhan internet, salah satu yang mencengangkan adalah angka di Asia, yang kini mencapai 436 juta pengguna. Ini mengalahkan Eropa yang baru mencapai 321 juta, dan Amerika Utara dengan 233 juta, padahal wilayah terakhir ini merupakan tempat kelahiran internet.

Dengan begitu banyaknya pengguna internet di Asia, pada saatnya nanti content internet akan lebih banyak berisi informasi menggunakan bahasa selain Inggris.

Dengan perkembangan yang ada, satu tantangan yang kini dihadapi internet adalah kelangkaan alamat. Dewasa ini internet hanya bisa menyediakan 4,3 miliar alamat. Jumlah tersebut kelewat banyak untuk dekade 1970-an, tetapi kini tidak mencukupi. Cerf yang juga mengepalai ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers), badan pengelola nama dan alamat domain internet, kini sedang mempersiapkan sebuah format baru yang bisa mengakomodasi 340 triliun-triliun-triliun alamat.

Akhir Oktober ini pimpinan ICANN akan bertemu membahas perluasan jumlah karakter yang digunakan pada nama domain internasional (IDN) seperti .com dan .net yang sekarang ini hanya bisa menampung karakter Latin dan Romawi. Cerf berharap kira-kira pada pertengahan pertama 2008 orang bisa mendaftar IDN dengan bahasa lain selain Latin.

Sebagai penganjur internet, Cerf juga memvisikan bahwa ke depan akan muncul miliaran alat yang mampu berinternet (internet-enabled), termasuk alat rumah tangga seperti pesawat televisi, radio, peralatan dapur, mesin faksimile, printer, kulkas, dan juga timbangan kamar mandi.

Melihat arah tersebut, sungguh luas perkembangan internet di masa depan. Karena itu pula, peluang pemanfaatannya pun akan lebih luas lagi. Dewasa ini internet dilihat sebagai infrastruktur—bisa diperbandingkan sebagai jaringan telepon di masa lalu—yang di atasnya bisa ditumpangi berbagai ragam layanan nilai tambah yang meningkatkan kemanfaatan dan peluang bisnisnya.

Sumber : Kompas (24 Oktober 2007)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 23 Desember 2007

 

PERHATIAN : komput@si berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 1 Maret 2004 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI