komput@si lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5317 Sabtu, 21 Mei 2022  
 
  LIPI
depan
database
database
artikel
kegiatan
situs
info
publikasi
e-data
buku
kontak
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Komputasi Global untuk Dunia yang Lebih Baik
-

Peneliti mengatakan bahwa proses penemuan obat yang memerlukan waktu komputasi selama 50.000 tahun dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun jika menggunakan World Community Grid. Universitas Texas Medical Branch dan Universitas Chicago melaksanakan sebuah penelitian sebagai bagian dari upaya untuk menghentikan penyebaran penyakit berbahaya yang kini mendekati tingkat epidemik di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan obat demam berdarah dengue (DBD), West Nile encephalitis, hepatitis C, dan host dari berbagai penyakit yang terkait, termasuk sakit kuning.

Saat ini, belum ada obat bagi penyakit DBD dan virus West Nile. Penyakit DBD banyak berjangkit di kawasan tropis dan sub-tropis, sedangkan virus West Nile umum ditemui di Afrika, Asia, Eropa, dan baru-baru ini di Amerika Serikat. Penyakit-penyakit ini menulari orang dewasa dan anak-anak melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi, dan menyebabkan jutaan orang jatuh sakit serta ribuan orang meninggal setiap tahunnya. Karena belum ada obatnya, penyakit menular ini mengancam sumber daya medis yang menipis di negara maju maupun berkembang.

Proyek ini, “Discovering Dengue Drugs - Together,” akan memanfaatkan daya komputasi besar yang dimiliki World Community Grid, sebuah superkomputer virtual yang terdiri dari ratusan ribu individu yang menyumbangkan waktu komputer mereka yang menganggur. Gabungan ribuan ’komputer kecil’ ini membuatnya salah satu dari lima superkomputer terbesar di dunia. Kemampuan besar inilah yang kemudian digunakan untuk membantu kalkulasi guna menemukan obat-obatan yang dapat menghentikan replikasi virus yang menyebabkab DBD, West Nile encephalitis, hepatitis C, dan sakit kuning. Kemampuan World Community Grid akan membantu identifikasikan dan menganalisa penyebab serta solusi penyakit tersebut melalui komputasi yang panjang. Hasil komputasi tersebut kemudian akan digunakan sebagai dasar para peneliti menguji obat-obatan di laboratoriumguna mengetahui keefektifitasannya.

“West Nile dan penyakit lain yang sejenis, termasuk hepatitis dan encephalitis, semakin menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di AS karena belum ditemukan obat yang efektif untuk menyembuhkannya,” tutur seorang petugas kesehatan masyarakat. “Diperlukan riset yang berkesinambungan agar para ilmuwan dapat lebih memahami virus-virus ini dan mengembangkan obat-obatan yang dapat menyelamatkan jiwa.”

Para periset mengestimasikan bahwa dibutuhkan waktu komputasi selama sekitar 50.000 tahun untuk menyelesaikan kalkulasi yang diperlukan untuk menemukan obat anti-virus yang efektif. Dijalankan pada World Community Grid, proyek ini dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun. Semakin banyak daya komputasi yang disumbangkan, semakin cepat riset ini dapat diselesaikan.

Dr. Stan Watowich, pemimpin peneliti dan Associate Professor of Biochemistry di UTMB, mengatakan, “Tanpa World Community Grid, asumsi yang dicapai mungkin tidak tepat, sangat sederhana dan menjadi penghambat, seperti di proyek-proyek penemuan obat sebelumnya. World Community Grid memungkinkan kami untuk mengerjakan kalkulasi-kalkulasi komprehensif yang menghasilkan hasil biokimia yang tepat, sehingga kami mendapatkan peluang yang lebih besar untuk menemukan obat yang mujarab bagi penyakit-penyakit serius yang ada di dunia ini.”

Tahap pertama dari proyek ini berfokus pada salah satu protein utama yang memungkinkan virus untuk bereplikasi, dan mencocokkan protein ini dengan database yang memuat lebih dari enam juta molekul obat-obatan yang mungkin dapat menghambat replikasi penyakit. Tahap kedua, yang lebih sulit, akan memprediksi molekul obat mana yang paling rapat dengan protein virus, sehingga memiliki peluang terbaik untuk menghambat replikasi virus. Dari kalkulasi-kalkulasi ini, para peneliti akan mendapatkan puluhan molekul yang akan diuji di lab-lab dan klinik-klinik. Langkah ini merupakan tahap ketiga dalam menemukan obat-obatan untuk dipasarkan.

“Siapapun yang memiliki komputer dan akses Internet dapat menjadi bagian dari solusi yang dapat mengatasi masalah kesehatan masyarakat ini,” jelas Betti Alisjahbana, Presiden Direktur, IBM Indonesia. “Hanya dengan menyumbangkan waktu siklus komputer kita yang tidak terpakai, kita akan mempercepat upaya penemuan obat yang dilakukan tim ini. Sebagai contoh, jika 100.000 relawan mendaftar di minggu pertama, maka hal ini akan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kalkulasi hingga 50 persen.”

Untuk menyumbangkan waktu komputer kita yang tidak terpakai, kita dapat mendaftar di www.worldcommunitygrid.org dan menginstal sebuah program kecil ke dalam komputer kita. Ketika komputer kita menganggur, misalnya ketika kita sedang istirahat makan siang, komputer kita akan meminta data dari server World Community Grid. Komputer-komputer tersebut akan menjalankan komputasi penemuan obat dengan menggunakan data ini, dan kemudian mengirim kembali hasilnya ke server, dan meminta tugas baru yang harus dikerjakan. Sebuah screen saver akan memberitahu kita jika komputer kita sedang digunakan.

Untuk proyek ini, Dr. Watowich bekerja di Lanier Middle School di Houston, Texas, untuk mengembangkan sebuah screen saver khusus berdasarkan karya tulis yang dibuat siswa-siswi kelasnya. Karya tulis siswa-siswi ini berfokus pada upaya untuk membuat dunia ini tempat tinggal yang lebih baik, melengkapi fokus kemanusiaan dari proyek penelitian ini dan World Community Grid. Dr. Watowich mengatakan bahwa ia ingin siswa-siswinya memahami dampak dari penelitian biomedis modern, memberikan perasaan berdaya-guna kepada siswa-siswinya, dan menunjukkan bahwa mereka dapat membuat perbedaan melalui ide dan tindakan mereka.

World Community Grid, grid kemanusiaan terbesar di dunia, memliki lebih dari 315.000 anggota dan terhubung dengan lebih dari 700.000 komputer. Namun demikian, diestimasikan bahwa akan terdapat lebih dari satu milyar komputer yang terhubung di tahun 2008, menggaris-bawahi potensi daya komputasi yang dimiliki World Community Grid untuk secara signifikan memperluas dan memperkuat dampak kemanusiaannya. Hingga kini, tujuh proyek sudah dijalankan pada World Community Grid, termasuk FightAIDS@Home, yang menyelesaikan lima tahun riset HIV/AIDS hanya dalam waktu enam bulan. Akankah Anda menjadi bagian dalam proyek ini?

Sumber : Kompas (8 Oktober 200)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 17 November 2007

 

PERHATIAN : komput@si berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 1 Maret 2004 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI