komput@si lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5317 Sabtu, 21 Mei 2022  
 
  LIPI
depan
database
database
artikel
kegiatan
situs
info
publikasi
e-data
buku
kontak
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

15 Tahun Ditemukannya "WWW" : "Semantic Web" Akan Menggusur "Website"
Merry Magdalena

Genap 15 tahun ditemukannya World Web Wide (WWW) oleh Sir Tim Berners-Lee. Kelak, wajah dunia Teknologi Informasi (TI) kita akan jauh lebih canggih lagi dengan semantic web. Secanggih apa itu?

Sudah banyak yang tahu bahwa Sir Tim Berners-Lee adalah pengembang tiga huruf yang sangat familiar dengan kehidupan saat ini, "www". Pakar fisika yang bermarkas di laboratorium Cern di Geneva itu sampai hari ini masih terus mengembangkan satu aplikasi serupa. Bedanya, aplikasi ini akan lebih canggih. "Kalau www menghubungkan manusia dengan web, semantic web menghubungkan benda dengan benda," ujar Achmad Husni Thamrin, praktisi TI alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada SH. Dengan semantic web ini, wajah Internet masa depan akan berubah.

Tanggal 6 Agustus 1991 dikenang sebagai hari di mana sandi komputer "www" pertama kali dipublikasikan pada kelompok diskusi alt.hypertext. Sejak itu, komunitas ini mengunduh dan menggunakannya. Sejak itu pula "www" menyebar ke seantero pengguna komputer dunia sampai hari ini. Aplikasi yang selanjutnya dikenal sebagai website alias situs internet tersebut menjadi dasar yang "menyembunyikan" begitu banyak kemajemukan data dan dokumen di Internet.

Semantic web pada dasarnya tidak dikerjakan Lee seorang diri. Ini merupakan proyek komunitas. Tujuannya menciptakan suatu media universal bagi pertukaran informasi dengan meletakkan dokumen-dokumen bersama dengan pemahaman proses komputer atau semantik pada World Web Wide (WWW). Lalu apa bedanya semantic web dengan situs biasa yang kita kenal sekarang? Selama ini, manusia dengan mudah memanfaatkan situs untuk keperluan pencarian aneka data. Namun, komputer sendiri tidak dapat melakukannya. Ini disebabkan halaman-halaman situs didesain untuk dibaca oleh manusia, bukan mesin. Proyek semantic web ini berusaha agar halaman situs dapat dipahami oleh komputer sehingga mesin pintar itu dapat melakukan pencarian di situs dengan performa standar.

Efisien

Dengan teknologi itu, kita dapat memprogram komputer untuk mengerjakan tugas manusia. Misalnya, kita memerintahkan agar komputer mencari data sejarah politik Indonesia, biografi Soekarno, dan banyak lagi. Kinerja kita bisa lebih efisien sebab dapat tergantikan oleh komputer, sementara kita dapat melakukan tugas lainnya. Tidak perlu lagi buang-buang waktu berkutat di depan monitor untuk mencari data.

Selain itu, semantic web juga memungkinkan data yang sudah pernah ditemukan akan tersimpan dengan rapih di basis data, sehingga kelak ketika kita memerlukannya kembali tidak perlu memprogram ulang, cukup mencarinya di basis data saja. Ihwal semantic web ini, Tim Barners-Lee saat memulai proyeknya pada 1999 sempat berujar, "Saya memiliki mimpi dimana komputer dapat melakukan analisa terhadap semua data di situs. Mulai dari konten, link, sampai transaksi antar antar manusia dengan komputer. Semantic web akan membuat hal tersebut terjadi. Dan saat itu ada,mekanisme pertukaran, birokrasi dan hidup keseharian kita akan dikendalikan oleh mesin yang terhubung dengan mesin."

Sumber : Sinar Harapan (8 Agustus 2006)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 2 Februari 2007

 

PERHATIAN : komput@si berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 1 Maret 2004 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI