komput@si lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5317 Sabtu, 21 Mei 2022  
 
  LIPI
depan
database
database
artikel
kegiatan
situs
info
publikasi
e-data
buku
kontak
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Manfaat Ganda Opensolaris
wah

Kehadiran versi opensource sistem operasi Solaris 10 yang diberi nama opensolaris akan membantu penelitian di Indonesia. Demikian diungkapkan oleh Dr. Tigor Nauli, Kepala Pusat Penelitian Informatika LIPI di sela-sela peluncuran opensolaris di Jakarta, Selasa (26/7).

Saat ini hampir seluruh penelitian di LIPI mengandalkan opensource untuk mengembangkan berbagai aplikasi. "Sebagian besar aplikasi yang dibuat para peneliti di LIPI berbasis Java dan Solaris sudah kami gunakan sejak lama khususnya untuk server," katanya.

Pilihan pemakaian Java dan Solaris tidak lepas dari keluwesan, kompatibilitas, dan kemampuan yang dibutuhkan dalam sebuah aplikasi yang dikembangkan para peneliti. Java dikenal multiplatform, dapat berjalan pada seluruh sistem sedangkan Solaris dikenal dengan kinerjanya yang stabil dan pemrosesan yang cepat.

Ia menggambarkan, tanpa teknologi informasi seorang peneliti tidak mungkin melakukan iterasi (percobaan berulang-ulang) sebanyak 1600 tahapan yang masing-masing sekitar 5.000 kali untuk mengenali material baru. Begitu pula untuk menyusun gugus fungsi zat-zat aktif dalam pembuatan obat-obatan.

Jika seluruhnya dilakukan di laboratorium tentu akan sangat lama. Dengan bantuan komputer dapat diperkirakan proyeksi yang mendekati benar sehingga peneliti hanya perlu melakukan percobaan tahap akhir saja. Belum lagi pemrosesan citra misalnya untuk memprediksi penyebaran polusi udara yang digambarkan secara visual pada peta atau visualisasi gugus asam basa DNA untuk mengetahui bentuknya.

Tentu saja tidak hanya manfaat langsung yang diperoleh para peneliti dengan dibukanya Solaris. Dukungan komunitas opensolaris melalui www.opensolaris.org merupakan tempat yang sangat dinamis dalam dunia penelitian. Dengan dibukanya source code Solaris, para pengembang di berbagai negara dapat bersama-sama mempelajari dan memperbaiki kelemahan Solaris. Selain itu setiap orang bebas untuk mengotak-atik sesuai dengan kebutuhannya. Setiap orang juga dapat berpartisipasi dan bertukarpikiran dengan sesama anggota komunitas tersebut.

Ditanya apakah Solaris akan dibuka selamanya, Adrianus Kurnadi, IT Architect PT Sun Microsystems Indonesia menyatakan bahwa Sun berkomitmen untuk membuka opensolaris selamanya sejak disetujui oleh Open Source Initiative (OSI). Lagipula dengan pengakuan Common Development and Distribution License (CDDL) yang berdasarkan Mozilla Public License (MPL) maka opensolaris dapat dikembangkan bersama-sama dengan aplikasi berlisensi sehingga pengembangnya bebas untuk memperjualbelikannya sebagai produk baru. Berbeda dengan yang berbasis General Public License (GPL) yang tidak boleh digabungkan dengan software berlisensi untuk dikembangkan menjadi produk baru.

Dengan demikian ada dua keuntungan bagi peneliti dengan hadirnya opensolaris. Hadirnya versi gratis dari sistem operasi Solaris 10 berarti lembaga penelitian tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembelian produk berlisensi yang merupakan standar industri tersebut. Selain itu, para peneliti bebas untuk mengotak atik dan menggunakan Solaris untuk mendukung produk baru yang hendak dikomersilkan.

Sumber : KCM (31 Juli 2005)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 10 September 2006

 

PERHATIAN : komput@si berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 1 Maret 2004 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI