komput@si lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5317 Sabtu, 21 Mei 2022  
 
  LIPI
depan
database
database
artikel
kegiatan
situs
info
publikasi
e-data
buku
kontak
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Olimpiade Internasional bidang Informatika ke-18 di Mexico
-

Pada tanggal 11 Agustus 2006 ke depan, Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) akan mengirimkan empat orang siswa terbaik Indonesia di bidang komputer untuk mengikuti The 18th International Olympiad in Informatics di Merida, Yucatan, Mexico.

Kompetisi ini akan dilangsungkan pada tanggal 13-20 Agustus 2006 ke depan dan diikuti oleh sekitar 80 negara di dunia. Empat orang siswa dari Indonesia yang akan diberangkatkan adalah Derianto Kusuma (SMA Kanisius Jakarta), Kevin Tanadi (SMA Sutomo I Medan), Aditya Kristanto (SMA Kanisius Jakarta), dan Daniel Aris Pandu Prasetia (SMA IPEKA Puri Jakarta). Bapak Suryana Setiawan (dosen UI) dan Ibu Inggriani Liem (dosen senior ITB) akan menyertai keempat peserta ini sebagai Leader dan Deputy Leader tim Indonesia.

International Olympiad in Informatics atau IOI merupakan salah satu kompetisi internasional di bidang sains yang didukung oleh UNESCO. Kompetisi-kompetisi internasional lain yang setingkat adalah IBO (International Biology Olympiad), IChO (International Chemistry Olympiad), IPhO (International Physics Olympiad), IMO (International Mathematics Olympiad), IAO (International Astronomy Olympiad), dan lain-lain.

IOI sendiri merupakan kompetisi informatika tingkat dunia yang mempertandingkan penguasaan dan design algoritma serta pemecahan masalah algoritmis. Peserta diharuskan untuk membuat program solusi dari enam buah soal dengan waktu total 10 jam, yang dibagi menjadi 2 x 5 jam. Bahasa pemrograman yang digunakan dapat dipilih dari antara Pascal, C, dan C++. Namun, hal yang dinilai di dalam kompetisi ini yang terpenting adalah kemampuan memecahkan masalah dalam batasan-batasan yang diminta.

Indonesia telah lama berpartisipasi dalam IOI. Pada tahun 1989 Indonesia mengirimkan seorang peserta olimpiade komputer untuk pertama kalinya ke Belanda dan langsung mendapatkan hasil yang relatif memuaskan untuk peserta baru, yaitu sebuah medali perak. Semenjak itu, Indonesia secara rutin mengirimkan timnya yang terdiri atas 4 siswa untuk berlaga dalam setiap IOI.

Untuk mempersiapkan IOI tahun ini, seleksi telah dilakukan dari tingkat kota pada tahun 2005 yang lalu, tingkat kotamadya, tingkat propinsi, dan dilanjutkan dengan tingkat nasional, yang diselenggarakan di Jakarta dalam bentuk OSN 2005.

Setelah 30 siswa terbaik dipilih dari OSN 2005, para peserta diberikan pembinaan secara menyeluruh di berbagai universitas seperti IPB, ITB, dan UI, dan setelah melalui beberapa tahapan seleksi, dipilihlah 4 siswa terbaik yang akan mewakili Indonesia. Satu tahapan pembinaan dan seleksi biasanya berlangsung selama 3 minggu, sehingga para peserta harus siap meninggalkan kegiatan belajar mengajar di sekolah selama beberapa waktu.

Derianto, salah satu anggota tim olimpiade yang akan diberangkatkan 11 Agustus nanti, juga merupakan penerima beasiswa Sampoerna Foundation. Bagi Derianto IOI kali ini akan menjadi kompetisi internasional ketiganya, setelah sebelumnya ia meraih 2 medali perak pada IOI 2004 di Athena, Yunani, dan pada IOI 2005 di Nowy Sacz, Polandia. Ia kali ini memiliki target meraih medali emas, mengingat Indonesia belum pernah meraih medali emas lagi sejak mendapatkannya yang pertama dan satu-satunya pada IOI tahun 1996.

Sumber : Sampoerna Foundation (7 Agustus 2006)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 13 Agustus 2006

 

PERHATIAN : komput@si berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 1 Maret 2004 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI