komput@si lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5317 Sabtu, 21 Mei 2022  
 
  LIPI
depan
database
database
artikel
kegiatan
situs
info
publikasi
e-data
buku
kontak
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Dirgayuza Setiawan : Komputer (Harus) Untuk Semua
Yorgi Gusman

Gara-gara melihat anak-anak SD "ngerubungin" PC, niat membagikan PC ke semua lapisan masyarakat pun muncul. Dia pun sadar banyak orang Indonesia yang belum melek komputer.

Kenapa bangsa Indonesia begitu tertinggal?

Begitulah jawaban dari pertanyaan di atas. Jawaban yang pasti dilontarkan oleh seorang Dirgayuza Setiawan.

Jawaban tadi, pastinya berhubungan dengan pengalamannya setahun lalu, ketika dia berkunjung ke SD Babakan Madang. Ketika itu, Yuza-nama panggilannya-sedang memperkenalkan komputer kepada murid-murid SD sebagai tugas sekolahnya. Ada pengalaman yang tak terlupakan begitu melihat anak-anak ini berebut ingin melihat laptop sambil mencoba mengoperasikannya. Tentunya mereka buta sekali akan alat canggih itu.

Tapi tidak disangka, datanglah seorang anak ke depan kelas. Lalu, dengan tenang dia mengajarkan teman-temannya tadi bagaimana mengoperasikan laptop Yuza.

"Wuiih, melihat adegan anak tadi mengajari teman-temannya, aku jadi tersentuh. Dalam hati aku bilang, banyak benar anak-anak yang tidak mengenal komputer. Dan, untung ada anak ini yang bisa menerangkan," aku Yuza.

1.000 PC

Asal tahu saja, cowok berumur 16 tahun ini sedang sibuk menyukseskan program bikinannya yang diberi titel "PC Untuk Mereka". Lewat ide itu pula, Yuza berani mengikuti sebuah kontes ajang adu prestasi remaja yang digelar sebuah produk sabun mandi. "Remaja Gak Takut Jerawat", begitu slogan kontes tadi. Lewat ajang ini, Yuza masuk ke dalam tiga besar kontestan yang berhak memperoleh dana sebesar Rp 20 juta.

Tanpa nunggu waktu lebih lama, dia langsung bergerak menjalankan program. Secara singkat, ini adalah sebuah usaha untuk membantu mereka yang belum dapat akses ke komputer untuk mendapatkan komputer secara gratis guna keperluan edukasi. Targetnya adalah memberikan 1.000 komputer per tahunnya kepada lembaga-lembaga pendidikan di Jabotabek dulu, lalu ekspansi ke seluruh Indonesia di tahun kedua.

Untuk mendukung usaha tersebut, cowok yang ngambil IB Diploma, Higher Level di Business Management, Economics dan Sastra Bahasa ini juga membuat milis Sukarelawan ICT Indonesia sebagai wadah untuk menyebarkan informasi.

"Mudah-mudahan program ini akan menjadi besar dan berhasil mencapai tujuan-tujuannya. Apalagi dengan bantuan dana dari hasil ikutan kontes. Lumayan buat operasional dan promosi," kata cowok yang hobi naik gokar dan berkuda ini.

Windows XP Starter

Lantas, dari mana 1.000 PC itu?

Itulah gunanya milis tadi. Dari situ dia bersama teman-temannya di sekolah juga membuat situs yang bisa diakses oleh para calon penyumbang (www.pcuntukmereka.org). Jadi, pendaftarannya bisa online biar praktis.

"Tapi kami tidak mau mengumpulkan dari satu orang ke satu orang penerima. Waduh, bisa ribet banget. Akhirnya kami kumpulin dulu biar banyak, baru kita salurkan ke yang membutuhkan," ujar Yuza dengan gaya bicaranya yang berapi-api.

Menurut dia lagi, para penyumbang bisa mengisi formulir donasi secara online. Selanjutnya, data komputer yang masuk akan di-link ke data pemohon komputer. Kalau jumlahnya sesuai, pengiriman akan dilaksanakan.

"Tapi kami menghindari permintaan pribadi. Tidak sesuai dengan konsep program juga, dong. Soalnya kami lebih mengutamakan permintaan secara masalah. Seperti sekolah atau balai pendidikan di pelosok daerah. Sehingga manfaatnya bisa langsung terasa orang banyak," lanjut Yuza yang juga tercatat sebagai Ketua Indonesia Macintosh Society, sebuah komunitas pencinta dan pemakai komputer berlabel Apple.

Uniknya, dia juga menjabat sebagai Developer Windows XP Starter Edition untuk Indonesia. Sehingga skill-nya ini juga bisa dimanfaatkan untuk memberikan software khusus untuk para pengguna PC pemula. Jadi, tidak cuma ngasih barang, tapi tidak ada ilmunya kan?

Nantinya, di dalam 1.000 PC tersebut akan ada software Windows XP starter. Di sana ada program Edubuntu yang mudah banget untuk dipelajari pemula. Program berbasis Linux ini dipilih karena sudah terkenal tidak rentan oleh virus.

"Dengan begitu mudah-mudahan akan bertambah masyarakat Indonesia yang melek komputer," kata Yuza seolah mengungkapkan cita-citanya.

"Mumpung masih muda. Ketahui apa yang kita mau. Jangan tunggu-tunggu lagi, langsung saja jalani apa yang kamu mau. Jangan takut untuk melakukan hal-hal yang extraordinary," tutupnya.

Ada yang mau mengikuti jejak Yuza?

Sumber : Kompas (2 Juni 2006)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 2 Juni 2006

 

PERHATIAN : komput@si berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 1 Maret 2004 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI