komput@si lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5317 Sabtu, 21 Mei 2022  
 
  LIPI
depan
database
database
artikel
kegiatan
situs
info
publikasi
e-data
buku
kontak
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Satu Planet, Satu Internet : Jurang digital harus segera diatasi
Budi P

Seolah tak terbendung, perkembangan teknologi internet makin merambah dunia. Jaringan cerdas yang menghubungkan jutaan komputer dan manusia di dunia itu memang menawarkan kemudahan-kemudahan.

Sarana informasi adalah mediator simbolis. Sarana ini lebih memperkuat akal ketimbang otot. Di Amerika Serikat, keterhubungan komputer dunia ke dalam jaringan interaktif sebanding dengan proyek masif lain: interstate highway system, yang berlangsung pada era Eisenhower.

Di awal 1990-an, istilah information highway atau "jalan raya informasi" masih sebagai metafor. Kemudian, senator Al Gore, yang mensponsori berdirinya 1956 Federal Aid Highway Act, memopulerkan istilah itu.

Mulanya metafor "jalan raya" bukan istilah yang tepat. Istilah itu merujuk pada lanskap, geografi, jarak antara berbagai tempat yang menyiratkan bahwa kita harus melakukan perjalanan, berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Padahal, teknologi komunikasi baru ini akan melenyapkan jarak itu.

Tetapi, masalah sesungguhnya dengan metafor jalan raya adalah penekanan pada infrastruktur ketimbang aplikasinya. "Di Microsoft, kami membicarakan informasi di ujung jari yang lebih menekankan manfaat ketimbang sarana," tulis pendiri Microsoft, Bill Gates.

Konsep internet

Konsep internet pertama kali digunakan untuk keperluan militer oleh Departemen Pertahanan AS. Jaringan yang dikembangkan saat perang dingin ini menghubungkan komputer di berbagai instalasi penting militer AS di seluruh dunia. Maksud dari semuanya ini adalah bila terjadi serangan nuklir di suatu tempat, jaringan komputer untuk keperluan pertahanan masih bisa beroperasi.

Implementasi internet di dunia nonmiliter dimulai setelah Laboratorium CERN menemukan cara untuk mempermudah pertukaran informasi. Labor ini merupakan pusat riset fisika yang terletak di Jenewa, Swiss.

Pada 1989, tim Bernes Lee dan kawan-kawan berhasil membuat sekumpulan protokol komunikasi yang memungkinkan akses ke dokumen teks dalam jaringan. Sistem ini disebarluaskan sehingga banyak pemakai di belahan dunia yang dapat memanfaatkannya.

Internet sendiri mempunyai banyak definisi, tergantung pada sudut pandangnya. Dari sudut teknis, internet adalah jaringan komputer dunia yang meliputi jutaan komputer. Komputer-komputer tersebut bisa saling bertukar informasi dan bahkan saling "berbicara".

Dari sudut ilmu pengetahuan, internet adalah perpustakaan besar yang di dalamnya terdapat jutaan artikel, buku, jurnal, kliping berita, foto, dan lain-lain dalam bentuk media elektronik. Orang bisa "berkunjung" ke perpustakaan tersebut kapan saja dan dari mana saja. Bagi yang suka berbelanja, internet merupakan pusat perbelanjaan terbesar di dunia.

Mengatasi jurang digital

Karenanya, setiap warga dunia berhak atas penggunaan wadah komunikasi global itu. Sayangnya, karena teknologi berkaitan erat dengan kondisi infrastruktur dan ekonomi suatu negara, belum semua warga dunia bisa menikmatinya.

Negara-negara berkembang masih tertatih-tatih dalam mencoba masuk ke era baru yang disebut abad digital sehingga mengakibatkan lahirnya jurang digital (digital divide), yaitu tajamnya perbedaan sarana dan tingkat melek teknologi masyarakat di negara berkembang dibanding di negara maju.

Secara kuantitatif, jurang digital dapat dibedakan dengan angka indeks tertentu (lihat tabel).

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) mengenai jurang digital ini akan digelar di Jenewa, pada 10-12 Desember mendatang. KTT ini akan mencoba menjadi solusi yang jitu terhadap jurang digital, termasuk dalam pencapaian kesepakatan mengenai peran media dalam abad digital.

Konferensi World Summit on the Information Society yang digelar sejak 1998 ini merupakan upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam melihat teknologi sebagai suatu keharusan bagi negara-negara berkembang dalam mencerdaskan bangsanya, membuat rakyatnya lebih sehat dan sejahtera.

Agenda utama yang harus dituntaskan adalah penyediaan dana bagi negara-negara berkembang untuk membeli komputer dan membangun jaringannya. Negara-negara Afrika, yang dipimpin Senegal, sukses mengusung ide "Dana Solidaritas Digital", yang dijalankan oleh PBB, dalam menyediakan dana untuk proyek-proyek teknologi bagi dunia berkembang.

Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat mengaku tertarik dalam menyalurkan bantuannya lewat skema ini. Karenanya, dalam KTT ini, masalah pengumpulan dana tidak akan dibicarakan lebih banyak lagi. Pembahasan akan lebih difokuskan pada masalah-masalah teknis operasional dalam menyatukan planet ini menjadi "Planet Internet".

Namun, ada masalah cukup krusial yang akan dihadapi dalam KTT ini, khususnya mengenai kebebasan media. Negara-negara seperti Cina, Mesir, dan Vietnam terkesan ogah-ogahan dalam memasukkan kebebasan berekspresi dalam Deklarasi KTT mendatang.

Untuk menghindari kebuntuan, Menteri Komunikasi Swiss Mark Furrer, yang juga Ketua Negosiator dalam KTT ini, mengusulkan agar dicari sebuah kompromi ketika menyusun rumusan yang mengaitkan hak asasi manusia dengan kebebasan media.

Sebab, yang paling mendesak dibicarakan adalah jurang digital, bukan masalah politik.

Sumber : Koran Tempo (8 Desember 2003)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 3 Desember 2005

 

PERHATIAN : komput@si berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 1 Maret 2004 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI