komput@si lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5317 Sabtu, 21 Mei 2022  
 
  LIPI
depan
database
database
artikel
kegiatan
situs
info
publikasi
e-data
buku
kontak
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Otak Ganda Komputer
Budi P

Seperti otak, prosesor akan punya chip ganda: otak kanan dan kiri, yang bisa bekerja secara bersamaan

BERBICARA di depan Intel Developer Forum di San Francisco pekan lalu, Paul Otellini mengumumkan betapa industri komputer sedang memasuki perubahan besar dalam desain dan pemasarannya.

Bersamaan dengan forum yang diadakan tepat pada musim gugur ini, Ottelini mengungkapkan, "era Megahertz juga ikut berguguran," ujarnya.

Menurut CEO Intel ini, selama dua tahun terakhir, pihaknya secara pelan tapi pasti sudah mengubah strategi pemasarannya yang sebelumnya berbasis pada kecepatan jam menjadi penyempuraan kinerja dengan fitur dan teknologi baru.

"Kami akan memfokuskan diri pada pemroses paralel dengan produk-produk masa depan," ujar Ottelini. Terobosan itu mencakup prosesor multicore, teknologi virtualisasi dan keberlanjutan teknologi hyperthreading.

Para analis berharap Intel akan menyediakan informasi lebih detail mengenai rencana pengenalan "otak ganda" komputer yang akan diumumkan pada Mei 2005. Intel akan memperkenalkan chip ganda tersebut untuk komputer dekstop, server dan notebook.

Otellini mengungkapkan, nama prosesor teranyar tersebut adalah Yonah. Kecepatan prosesor ganda ini jauh melebihi prosesor yang kini digunakan untuk notebook dan server. Itulah sebabnya, menurut dia, lebih 75 persen penjualan Intel pada 2006 akan berasal dari kategori ini.

Abhi Talwalkar, wakil presiden Intel, menunjukkan versi dual-core, Montecito, chip Itanium Intel berikutnya. Chip Montecito termasuk dual-core yang memiliki kemampuan mengeksekusi dua instruksi thread secara bersamaan.

Talwalker juga memamerkan server yang menggunakan empat prosesor Montecito yang menjalankan Windows, mesin tersebut berhasil menjalankan 16 tugas independen pada waktu yang sama.

Saat ini, chip ganda baru digunakan sebagai standar server high-end, tetapi bukan untuk mesin pada umumnya. IBM mulai menggunakan drive ganda ini sejak 2001 pada server berbasis Power4, sedangkan Sun Microsystems dan Hewlett-Packard menyusul tahun ini.

Sementara Intel berjanji akan menyempurnakan chip multi-corenya, sang pesaing, Advanced Micro Devices (AMD), mengatakan mereka sudah berada selangkah di depan.

Jika Intel mengumumkan bahwa tak ada persaingan dalam pasar mikrochip mendatang, tapi AMD mengatakan justru ada persaingan--dan merekalah yang akan jadi pemenangnya.

AMD memang baru saja berhasil mendemonstrasikan "industri pertama" prosesor ganda x86 dan dukungan peranti lunak dari Novell, Red Hat, dan Sun Microsystems.

Dua pemain terbesar di bidang mikroprosesor ini memang sedang memperebutkan pasar global yang bernilai US$ 32 miliar. "Sudah sangat jelas bahwa keduanya sangat kompetitif dibandingkan sebelumnya," ujar Dean McCarron, analis Mercury Research.

Dari sisi pendapatan dan sebaran pasar, Intel memang masih memimpin jauh. Perusahaan yang bermarkas di Santa Clara, California ini berhasil membukukan pendapatan US$ 30,1 miliar pada 2003, sementara AMD yang berpusat di Sunnyvale baru mengantongi US$ 3,5 miliar.

Pada kuartal kedua tahun ini, Intel meraup 83 persen pasar semikonduktor PC, berbanding 15,5 persen perolehan AMD.

Aroma persaingan ini tidak saja terjadi pada prosesor dekstop, tapi juga pada produk-produk teknologi bergerak, khususnya komputer notebook. Intel juga memposisikan dirinya pada pasar nirkabel dengan menjanjikan akan memperkankan chip ganda buat perangkat bergerak tahun depan.

Ketika awal tahun lalu AMD mengumumkan produk prosesor dengan teknologi 64-bit, Athlon 64 dan Opteron, bayangan munculnya komputer super yang mampu mengerjakan apa saja--khususnya kemampuan memproses data dalam jumlah yang masif di dalam komputer yang kita gunakan--benar-benar sudah di depan mata.

Padahal itu baru satu sisi dari kehadiran teknologi yang mencerminkan persaingan yang sangat ketat antara AMD dan Intel Corporation, penghasil prosesor seri Pentium yang menguasai pasaran dunia.

Kehadiran teknologi 64-bit yang menggantikan "otak" komputer yang sekarang digunakan berteknologi 32-bit, jelas akan membuat jutaan komputer yang digunakan di dunia sekarang ini menjadi ketinggalan zaman.

Intel sendiri berjanji tidak akan hanya menjadi penghasil prosesor terbesar, tetapi juga akan mulai melakukan inovasi dengan konsep Entertainment PC.

Peta persaingan dan perlombaan teknologinya memang mulai berubah. Kalau sebelumnya dunia selalu terpaku pada kemampuan Intel Corp menghasilkan berbagai ragam prosesor yang setiap saat meningkatkan kecepatan komputasi sesuai dengan Hukum Moore, namun pada pertemuan IDF sebelumnya (Februari 2004), sudah tak terdengar lagi masalah kecepatan prosesor sebagai isu utama.

Bahkan, tampak ada pergeseran perhatian Intel untuk lebih memfokuskan pada pengembangan teknologi lain ketimbang, misalnya, menanggapi keberhasilan yang dicapai AMD dalam mengembangkan prosesor 64-bit dengan kemampuan kompatibilitas menggunakan berbagai perangkat lunak 32-bit.

Intel sebenarnya sudah lama mengembangkan teknologi 64-bit dengan produk Itanium yang dikembangkan bersama Hewlett-Packard dan menelan biaya sampai 2 miliar dollar AS. Namun, teknologi 64-bit yang sekarang sudah diproduksi menjadi Itanium-2 ternyata mendapat tanggapan yang dingin di kalangan korporasi.

Sumber : Koran Tempo (12 September 2004)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 3 Desember 2005

 

PERHATIAN : komput@si berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 1 Maret 2004 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI