komput@si lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5317 Sabtu, 21 Mei 2022  
 
  LIPI
depan
database
database
artikel
kegiatan
situs
info
publikasi
e-data
buku
kontak
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Membuat Simulator Tata Surya : Fenomena oposisi planet Mars telah menghebohkan publik
Bachtiar Anwar (LAPAN)

Fenomena oposisi planet Mars telah menghebohkan publik. Beberapa tempat seperti Planetarium Jakarta, Observatorium Bosscha, dan Observatorium Matahari LAPAN-Watukosek banyak dikunjungi. Masyarakat ingin menyaksikan peristiwa sangat langka yang tidak akan terulang lagi dalam hidupnya.

Gejala ini menunjukkan minat masyarakat pada ilmu dasar seperti astronomi semakin meningkat. Sayangnya, karena sarana terbatas, masyarakat harus antre berjam-jam. Antrean panjang ini mungkin dapat dikurangi bila terdapat cukup banyak sarana astronomi untuk melihat oposisi Mars itu. Tapi, sarana peraga astronomi juga tidak murah.

Melalui tulisan ini, penulis ingin memberikan alternatif. Idenya sederhana saja: bagaimana jika dibuat suatu perangkat lunak komputer untuk mensimulasikan gerak planet-planet di dalam tata surya?

Perangkat lunak sudah penulis buat menggunakan Virtual Reality Modeling Language (VRML). VRML adalah bahasa pemrograman untuk visualisasi obyek-obyek tiga dimensi (3D) dalam dunia virtual (virtual world). Hasil simulasi dari penelitian ini telah dipresentasikan di beberapa seminar nasional, antara lain di ITS, BPPT, dan ITB. Karena hanya simulasi komputer (bukan sebenarnya) yang menirukan kondisi tata surya, penulis menamakannya Simulator Tata Surya.

Kelebihan Simulator Tata Surya ini antara lain biayanya cukup murah, karena dengan komputer kelas Pentium I/166 Mhz simulasi ini pun sudah dapat dijalankan. Selain itu, simulator dapat menampilkan sifat-sifat orbit planet atau satelit seperti dinyatakan dalam tiga hukum Kepler, jadi sekaligus dapat menjadi media pengajaran hukum Kepler yang tak gampang kepada siswa.

Kode-kode VRML yang menggambarkan dunia virtual tata surya dihasilkan secara otomatis dari perangkat lunak yang ditulis menggunakan Javascript. Pengguna hanya memberikan beberapa masukan yang berkaitan dengan parameter-parameter orbit, seperti setengah sumbu panjang, tingkat elips, atau periode orbit.

Dengan perangkat lunak ini siswa dapat mengamati gerak planet-planet mengitari matahari, seolah-olah sedang mengendarai "pesawat angkasa". Siswa dapat menavigasikan pesawat angkasa secara interaktif, misalnya mendekati matahari untuk melihat planet-planet dalam, yaitu Merkurius, Venus, bumi, dan Mars (Gambar 1), ataupun mengikuti gerak planet luar (Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto). Sesuai dengan hukum Kepler, semakin jauh planet mengorbit dari matahari semakin lama planet ini melakukan satu kali putaran orbit penuh.

Untuk menirukan kondisi mirip sebenarnya, data tentang orbit planet diambil dari buku Astrophysical Data: Stars and Planets yang dikompilasi oleh J. Lang pada 1992. Selain itu, penulis juga menggunakan data parameter orbit satelit dari situs-situs web. Karena cukup banyak satelit baru yang telah ditemukan dalam 15 tahun terakhir menggunakan teleskop angkasa Hubble dan Subaru milik Jepang di Kepulauan Hawaii, terutama satelit dari planet Jupiter dan Saturnus.

Dengan adanya simulator tata surya menggunakan VRML ini diharapkan para pengajar fisika atau IPBA di sekolah-sekolah terbantu dalam memperkenalkan tata surya dan hukum Kepler kepada para siswa.

Sumber : Koran Tempo (4 Desember 2003)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 3 Desember 2005

 

PERHATIAN : komput@si berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 1 Maret 2004 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI