komput@si lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5317 Sabtu, 21 Mei 2022  
 
  LIPI
depan
database
database
artikel
kegiatan
situs
info
publikasi
e-data
buku
kontak
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

40 Tahun Moore Law : Tetap Bertahan dengan Silikon
wah

Moore's Law yang berusia 40 tahun hari ini, diakui banyak pihak sebagai pendorong revolusi komputer. Secara singkat dapat disebutkan bahwa jumlah transistor chip komputer dengan harga yang sama meningkat dua kali lipat setiap 18 bulan. Kecenderungan tersebut terbukti benar sampai saat ini. Jika chip pertama Intel tahun 1971 hanya memuat 2300 transistor, chip terakhir mampu memuat 1,7 milyar transistor.

Siapa menyangka prediksi sesaat Gordon Moore tentang masa depan teknologi semikonduktor menjadi panduan penting industri mikroelektronika. Moore mengaku kaget karena banyak orang yang merespon pendapatnya tentang masa depan chip silikon, yang dia sendiri tidak terlibat langsung sebelumnya.

Prediksi Moore yang dimuat dalam majalah Electronics tanggal 19 April 1965 tersebut mulai dipelajari banyak orang di seluruh dunia. Artikel tersebut adalah satu diantara lima artikel tentang masa depan elektronika yang dimuat untuk memperingati 35 tahun majalah Electronics. Di antaranya ada artikel yang ditulis eksekutif Motorola, ilmuwan NASA, dan Henri Busignies.

Dalam uraiannya, Moore mulai dengan prediksi bahwa masa depan elektronika berhubungan erat dengan masa depan IC (integrated circuit) - teknologi yang belum populer saat itu.

"IC akan mendorong perkembangan komputer pribadi, termasuk piranti penghubung antarkomputer, pengendali otomatis untuk kendaraan, dan piranti komunikasi portabel," lanjut Moore.

Moore menuliskan tahap perkembangan IC dengan menyatakan bahwa pada harga yang sama, kemampuan IC meningkat dua kali lipat setiap tahun.

"Dalam jangka pendek, kecenderungan tersebut diharapkan berlanjut, atau bahkan meningkat," tulis Moore. "Sementara untuk jangka panjang, kecenderungannya tidak dapat dipastikan meskipun tidak ada alasan untuk mempercayai bahwa akan konstan dalam sepuluh tahun."

Prediksi itulah yang kemudian dikenal sebagai Moore's Law. Hanya saja, Moore memperbaiki prediksinya dengan mengatakan bahwa kecenderungan berlipat dalam dua tahun pada tahun 1975. Dia sendiri tidak pernah menyatakan menjadi 18 bulan sebagaimana diyakini saat ini.

Dengan demikian, Moore's Law bukanlah persamaan matematika yang diturunkan dari persamaan yang rumit dan penelitian bertahun-tahun. Moore hanya menyampaikan sebagian kecil penjelasan tentang masa depan elektronika. Moore's Law tidak seperti hukum grafitasi yang kebenarannya mutlak. Chip yang baru tidak harus memiliki kemampuan berlipat. Namun selama hal tersebut masih memungkinkan, industri akan menjadikan Moore's law sebagai standar untuk menghasilkan chip yang diinginkan.

"Semakin banyaknya transistor yang mengisi sebuah chip bukan semata-mata hanya untuk menambah kecepatan, melainkan untuk menambah semakin banyak fungsi," jelas Norhizam Kadir, PR Manager Intel untuk wilayah Indonesia/Malaysia/Filipina saat dihubungi KCM lewat email.

Resolusi digital

Hukum Moore menggerakkan industri yang ingin selalu meningkatkan kemampuan chip-nya.

Hidup makin mudah dengan kemampuan chip yang terus meningkat, ukuran yang semakin kecil, dan cocok digunakan untuk aplikasi bergerak seperti HP, PDA, laptop, atau flashdisk.

"Saat komputasi dan komunikasi bergabung dan mempengaruhi nyaris seluruh aspek kehidupan, permintaan semakin bertambah untuk perangkat-perangkat yang memiliki fungsi lebih banyak, lebih cepat, dan lebih murah. Mengikuti Moore's Law merupakan hal penting untuk membantu industri-industri TI menghasilkan chip-chip yang memenuhi kebutuhan tersebut," lanjut Hizam.

Meskipun Moore's Law masih bertahan hingga saat ini, kecenderungan tersebut tentu memiliki batas. Moore percaya bahwa hal itu masih akan bertahan 10-20 tahun lagi. Berbagai upaya kini dilakukan untuk mengatasi masalah yang timbul dengan banyaknya komponen dalam IC, misalnya mereduksi panas dan mengatasi kebocoran daya. Para ilmuwan mulai mengembangkan komputasi quantum dan nanotechnology sebagai alternatif teknologi silikon.

Namun Moore sendiri skeptis terhadap upaya untuk menggantikan teknologi silikon tersebut.

"Di lab-lab kami, Intel mengembangkan teknologi-teknologi yang diperlukan untuk memacu pertumbuhan ini," jelas Hizam menanggapi hal tersebut. Teknologi di bawah 100 nanometer yang tetap berbasis silikon menjadi pilihan Intel untuk terus bertahan di masa depan. Saat ini Intel memasuki teknologi 65 nm didukung inovasi material High K dielektrik.

Ketika ditanya tentang pengaruh Moore's Law terhadap perkembangan teknologi Intel, Hizam mengatakan, "Moore's Law tetap menjadi pembangkit fundamental perkembangan kami, dan tetap hidup dengan baik di Intel. Tapi cara kami dan pelanggan kami melihat hukum ini sudah berubah. Moore's Law tidak hanya tentang transistor, melainkan juga tentang bagaimana Anda secara kreatif menggunakan transistor tersebut."

Sumber : KCM (19 April 2005)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 28 Mei 2005

 

PERHATIAN : komput@si berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 1 Maret 2004 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI