komput@si lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5317 Sabtu, 21 Mei 2022  
 
  LIPI
depan
database
database
artikel
kegiatan
situs
info
publikasi
e-data
buku
kontak
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Tantangan Baru
red

SEJAK tahun 1960, perusahaan manufaktur semikonduktor bekerja mengikuti Hukum Moore, menghasilkan berbagai cip komputer yang bisa melakukan komputasi lebih banyak dan ongkos pembuatannya pun semakin rendah. Namun, selama dua tahun terakhir ini tidak banyak yang kita lihat berkaitan dengan kemajuan teknologi komputasi.

Menurut Gordon Moore yang ikut mendirikan Intel Corporation dan merumuskan Hukum Moore, jumlah transistor pada cip tertentu akan meningkat dua kali lipat setiap tahunnya. Belakangan, Moore kemudian mengubah teori penambahan transistor ini menjadi 24 bulan.

Bagi pengguna awam, mungkin tidak penting seberapa banyak jumlah transistor yang ada di dalam prosesor atau seberapa cepat prosesor tersebut mampu melakukan komputasi. Pengguna komputer hanya ingin memastikan bahwa semua pekerjaan yang dilakukannya bisa berjalan lancar tanpa gangguan.

Walaupun tampaknya ada kejenuhan yang berkepanjangan dari para pengguna komputer yang kewalahan mengikuti kecepatan komputasi, para pembuat prosesor seperti Intel Corp dan Advance Micro Devices Inc merencanakan untuk menambahkan prosesor terbaru yang terbuat dari silikon dengan dua "otak elektronik" atau disebut juga sebagai multicore.

Prosesor multicore ini menawarkan percepatan kinerja komputer, menyamai teknologi yang digunakan pada komputer-komputer besar jenis mainframe, dengan memecah-mecah berbagai persoalan komputasi untuk ditangani secara paralel melalui berbagai mesin kalkulasi.

MEMANG sulit untuk memahami arah perkembangan komputasi karena pada kenyataannya kecepatan prosesor ternyata tidak banyak memberikan arti dalam kehidupan digital kita sehari-hari. Harian Asian Wall Street Journal melaporkan, uji coba yang dilakukan atas prosesor multicore ini ternyata bekerja lebih lambat pada aplikasi produktivitas maupun perangkat lunak hiburan dibandingkan dengan cip Intel sebelumnya dalam kategori single-core.

Di sisi lain, kecepatan komputasi dual-core ini menjadi lebih cepat ketika melakukan pengeditan video dan audio, khususnya ketika melibatkan berbagai pekerjaan multitasking. Sepertinya, Hukum Moore yang pekan ini berumur 40 tahun memerlukan beberapa perubahan paradigma.

Memang pacu komputasi tidak menjadi lambat, tetapi di sisi lain kombinasi sirkuit mikroskopik dan kecepatan prosesor menimbulkan masalah tenaga listrik yang harus dikonsumsi. Misalnya, prosesor high-end buatan Intel sekarang menelan listrik sebesar 130 watt (AMD hanya memerlukan tenaga listrik 90 watt), dan memerlukan sistem pendinginan yang baik.

Ketika prosesor dual-core ada di dalam komputer-komputer baru ini, sebenarnya masih ada persoalan lain, yaitu diperlukan sebuah teknik disebut thread, berupa instruksi di dalam perangkat lunak yang dieksekusi secara paralel. Dan tantangan baru dalam menggelar teknologi komputasi sekarang ini adalah menjalankan berbagai aplikasi secara bersamaan tanpa mengurangi kecepatan sama sekali.

Sumber : Kompas (18 April 2005)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 28 Mei 2005

 

PERHATIAN : komput@si berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 1 Maret 2004 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI