komput@si lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5317 Sabtu, 21 Mei 2022  
 
  LIPI
depan
database
database
artikel
kegiatan
situs
info
publikasi
e-data
buku
kontak
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Dikembangkan, Prosesor Berkecepatan Cahaya
frd (Jawa Pos)

Menurut para ilmuwan, prosesor masa depan adalah prosesor yang tak lagi memakai silikon, melainkan optik. Hasilnya, kemampuan komputasi (perhitungan)-nya bisa mencapai kecepatan cahaya. Adalah Lenslet, perusahaan startup dari Israel yang membikin prosesor optik ini.

Apa untungnya? "Prosesor optik akan memungkinkan pemrosesan pada kecepatan cahaya, sehingga menghasilkan komunikasi masa depan yang lebih aman, tak terlacak, dan pemancar multimedia high-definition (HD)," ujar Avner Halperin, wakil presiden pengembangan bisnis di Lenslet.

Prosesor optik sejatinya adalah prosesor sinyal digital (DSP) dengan akselerator optik terpasang pada DSP, sehingga memungkinkan berbagai fungsi dikerjakan menggunakan kecepatan yang sangat tinggi. Saking cepatnya, perkembangan kecepatan itu dikatakan CEO Lenslet, Aviram Sariel kepada Reuters sebagai, "Lompatan 20 tahun ke depan dalam pengembangan peranti keras digital."

Benarkan demikian? Mungkin saja. Bayangkan, prosesor ini mampu melakukan 8 triliun operasi per detiknya, atau setara dengan sebuah superkomputer, alias seribu kali lebih cepat dibandingkan prosesor standar. Itu berkat 256 buah laser yang melakukan perhitungan pada kecepatan cahaya.

Kontribusi prosesor bernama Enlight yang teramat cepat ini dipastikan besar bagi aplikasi seperti radar beresolusi tinggi, peranti perang elektronik, pendeteksi bagasi di bandara, kompreasi video, peramalan cuaca, dan BTS untuk telepon selular (ponsel).

Untuk pengembangan ini, Lenslet telah mendapat kucuran dana USD 27,5 juta dari investor seperti Goldman Sachs, Walden VC, Star Ventures dari Jerman, dan JK&B Capital dari Chicago.

Soal bentuknya, prototipe yang ada saat ini memang cukup besar, namun dalam beberapa bulan mendatang, Lenslet akan membikin prosesor yang seukuran 15x15 sentimeter, sedangkan tingginya 1,7 senti atau seukuran PDA (personal digital assistant) Palm.

Bagaimana dengan kemungkinan produksi massal? Tanpa mengelak akan kemungkinan ke arah itu, Lenslet mengatakan prosesor mereka itu kompetitif dari segi harga dengan menggunakan papan multi-DSP.

Lenslet kini sedang menjajaki kemungkinan membuat prosesor untuk keperluan spesifik dengan beberapa perusahaan dan instansi pemerintah di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Dephan Israel bahkan sudah menandatangani kesepakatan dengan mereka untuk suatu proyek yang tak disebutkan detailnya. (frd/berbagai sumber)

Sumber : Jawa Pos (13 Januari 2004)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 31 Oktober 2004

 

PERHATIAN : komput@si berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 1 Maret 2004 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI