komput@si lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5317 Sabtu, 21 Mei 2022  
 
  LIPI
depan
database
database
artikel
kegiatan
situs
info
publikasi
e-data
buku
kontak
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Hari Ini 35 tahun Internet : Revolusi Kabel Abu-abu
Redaksi

Internet2 dan Fast TCP berpacu memikat hati dunia.

Los Angeles – Tiga puluh lima tahun lalu, jaringan pintar ini belum ada. Kini hampir tak ada orang di dunia yang tidak tahu internet – paling tidak pernah mendengar kata yang cepat sekali populer ini. Semua pencapaian yang luar biasa cepat dan memikat.

Pada 2 September 1969, dua orang peneliti komputer – Stephen Crocker dan Vinton Cerf – di bawah supervisi Profesor Len Kleinrock, di sebuah laboratorium di kampus UCLA, Amerika Serikat, berhasil menghubungkan dua buah komputer bulky dengan menggunakan kabel berwarna abu-abu sepanjang 4,5 meter, menguji cara baru pertukaran data dalam sebuah jaringan, yang kemudian menjadi embrio lahirnya internet.

Seperti yang kita saksikan, kecepatan dan keluasan akses internet begitu cepatnya berkembang, ditambah lagi dengan perkawinan fenomenalnya dengan jaringan seluler yang membuat jaringan pintar ini benar-benar berada dalam genggaman.

Akses internet supercepat dan superluas menjadi opbsesi para ilmuwan internet dewasa ini. Yang saat ini sedang dikembangkan adalah Internet2 dan Fast TCP.

Dikembangkannya jaringan supercepat yang dinamakan Internet2 makin mengukuhkan revolusi internet makin tak terhentikan. Internet2, dengan kecepatan 100 kali dibanding layanan berpita lebar rumahan, dewasa ini sudah bisa dinikmati secara terbatas di sejumlah universitas, perusahaan, dan lembaga.

Namun, para ilmuwan – seperti ditulis oleh Associated Press – mengharapkan adanya terobosan agar jaringan ini bisa segera dinikmati secara luas oleh masyarakat.

Namun, ada yang lebih dahsyat. Selain internet2 yang menggunakan TCP konvensional dan mampu mengirimkan data hingga 350 megabit per detik, teknologi lain yang dikembangkan Institut Teknologi California (Caltech) menggunakan Fast TCP justru bisa mengirimkan data dengan kecepatan yang jauh lebih dahsyat, 8,5 gigabit per detik !

Memang, kehebatan koneksi Fast TCP yang dikembangkan sebuah tim dari Caltech di Pasadena itu terletak pada kemampuannya yang ramah dan universal; bisa jalan di infrastruktur internet yang ada sekarang ini.

Steven Low, bos Caltech, mengibaratkan cara kerja internet sekarang seperti menyetir mobil, dan orang yang menyetir hanya mampu melihat 10 meter ke depan. Ia hanya bisa menambah kecepatan mobil pelan-pelan, ketika sampai di tikungan atau atau ada halangan, dia harus mengerem mendadak. Syukur-syukur tidak sampai tabrakan. “Cara semacam itu hanya oke kalau kita menyetir mobil di kawasan parkir”, ujar Low seperti dikutip NewScientist.com.

Jika menyetir di jalan tol, ulasnya lagi, selain bisa melewati ruas jalan yang lebih lebar dan mulus, Anda tentu bisa melihat ke depan lebih jauh dan lebih bisa mengantisipasi rintangan atau tikungan yang muncul tiba-tiba. “Itulah yang kita lakukan dengan Fast TCP”.

Padahal, internet yang ada sekarang masih menggunakan TCP (Transmission Control Protocol) yang dibuat pada 1969 oleh sekelompok insinyur jaringan, yang menjadi cikal bakal protokol internet di kemudian hari.

Dengan menggunakan internet saat ini, berarti kita masih menyetir dan berputar-putar tak menentu di jalan yang ada di kawasan parkir. Memang sudah ada sejumlah upaya dilakukan untuk memperbaiki akses internet, tetapi baru sebatas perbaikan kapasitas akses (bandwidth) atau perangkat komputernya sendiri.

Masalah lambatnya akses dan pusingnya melakukan penyalinan data (download) pun masih terjadi. Sebab jika hanya kapasitas transfer data yang diperbesar, pastilah akan membutuhkan infrastuktur yang lebih kompleks. Jelas, hal itu sangat tidak mungkin dilakukan oleh semua negara karena perbedaan kondisi infrastruktur.

Namun, jika protokol transmisinya yang diperbaiki, semua orang di semua negara akan bisa menikmatinya. Itulah dasar pemikiran mengapa para ahli internet lebih berkonsentrasi pada perbaikan TCP. Memperbesar bandwidth hanyalah memperbesar bus yang akan ditumpangi tapi memperbaiki TCP akan memperluas jalan yang akan dilewati berbagai kendaraan.

Tak salah lagi, pengembangan TCP menjadi versi yang lebih maju ibarat membangun jalan tol bagi semua orang yang ingin mengakses internet. Mulai dari “bus, sedan, bajaj, hingga sepeda” pun bisa dan boleh lewat di sana.

Keandalan Fast TCP, jalan tol buat semua orang itu, pertama kali diuji coba akhir tahun 2002. Tim Caltech Stanford mencoba mengirimkan data sejauh 10 ribu kilometer dari Sunnyvale, California, dengan tingkat transmisi 925 megabit per detik. Sementara itu, dengan rute yang sama, TCP konvensional hanya mampu mengirimkan data 266 megabit per detik.

Dengan menjalankan 10 Fast TCP secara bersamaan , tim itu berhasil membukukan prestasi akses 8,6 gigabit per detik: berarti 6.000 kali dari kapasitas rata-rata koneksi yang ada sekarang.

Keduanya memang sangat menjanjikan. Namun, masih perlu ditunggu, mana yang lebih dulu efektif digunakan secara luas dan lugas: Internet2 ataukah Fast TCP ? Apa pun yang kemudian berhasil memikat hati masyarakat dunia, yang jelas revolusi internet memang terbilang cepat, bahkan jauh lebih cepat ketimbang yang pernah dibayangkan para penggagas dan pelopornya.

Ihwal Jaringan Pintar

  • 1957 – Advanced Research Projects Agency (ARPA) dibentuk oleh Department of Defence (DoD) USA.
  • 1959 – Len Kleinrock menulis makalah tentang packet switching. Ia dibantu para mahasiswanya, Steve Crocker dan Vinton Cerf.
  • 1967 – Desain awal dari ARPANET diterbitkan.
  • 1969 – Bersama Profesor Len Kleinrock, Crocker dan Cerf berhasil melakukan pengujian pertukaran data antara dua komputer dengan menggunakan protokol yang mereka ciptakan. DoD menggelar pengembangan ARPANET.
  • 1970 – ARPANET mulai menggunakan Network Control Protocol.
  • 1972 – InterNetworking Working Group (INWG) dibentuk untuk mempromosikan standar yang sudah disepakati bersama. Spesifikasi dari telnet, RFC 318, diusulkan.
  • 1973 – Ide eternet dijabarkan dalam tesis Ph.D dari Bob Metcalfe. Spesifikasi untuk File Transfer, RFC 454, diusulkan.
  • 1974 – Desain dari TCP/IP dijabarkan secara terperinci oleh Vint Cerf dan Bob Kahn dalam A Protocol for Packet Network Intercommunication.
  • 1976 – UNIX – to – UNIX Copy (UUCP) dikembangkan oleh Bell Labs.
  • 1981 – ARPANET resmi beralih ke TCP/IP. BITNET mulai beroperasi.
  • 1982 – TCP/IP menjadi protokol untuk ARPANET dan ini dispesifikasikan oleh DoD.
  • 1983 – BSD UNIX release 4.2 menngunakan TCP/IP.
  • 1984 – Jumlah internet hosts melewati batas 1.000 hosts. Domain Name Service (DNS) mulai lahir.
  • 1986 – NSFNET dilahirkan dengan kecepatan backbone 56 Kbps.
  • 1987 – Jumlah internet hosts melewati batas 10 ribu. UUNET didirikan untuk memberikan akses komersial untuk Usenet dan UUCP.
  • 1988 – Sebuah internet worm berhasil melumpuhkan internet, sekitar 6.000 host terkena akibatnya,. NSFNET meningkatkan kecepatan backbone menjadi 1,544 Mbps (T1).
  • 1989 – Jumlah Internet hosts melewati batas 100 ribu. Tim Berners-Lee mensirkulasikan proporsalnya yang berjudul Information Management: A proporsal.
  • 1990 – DoD menghentikan ARPANET. Tim Berners-Lee mensirkulasikan proposal World Wide Web (WWW). Dikembangkan sebuah program WWW, sebuah WYSIWYG browser dan editor.
  • 1991 – Brewster Kahle (Thinking Machines) mengembangkan Wide Area Information System (WAIS). Paul Lindner dan Mark McCahill (University of Minnesota) meluncurkan Gopher. Phillip Zimmerman meluncurkan Pretty Good Privacy (PGP). CERN meluncurkan library WWW.
  • 1992 – Jumlah internet hosts melampui 1.000.000. University of Nevada mengeluarkan system Veronica. Sebuah WWW browser yang bernama Viola diluncurkan oleh Pei Wei dan didistribusikan bersama CERN WWW. Halaman web pertama ditampilkan di http://inof.cern.ch
  • 1993 – NSF membuat Inter-NIC untuk menjalankan internet servis seperti pendaftaran domain. Versi pertama dari Mosaic (untuk X Window) yang dikembangkan oleh Marc Andreesen dikeluarkan oleh NCSA. White House online. National Information Infrastucture Act lolos dan pemerintah Amerika Serikat mulai lebih serius dalam bidang Web.
  • 1994 – Pizza hut online merupakan contoh pertama dari aplikasi komersial internet. Spam mail menjadi kasus besar setelah sebuah lembaga hokum bernama Canter & Siegel menyebarkan mail ke seluruh dunia tentang servis untuk mendapatkan green card. First Virtual menjalankan “Cyber-Bank” yang pertama.
  • 1995 – Compuserve, America Online, dan Prodiy mulai memberikan servis akses ke internet. Perusahaan Marc Andreesen , Netscape Communication Corporation, menjadi publik dan menjadi nomor tiga tertinggi untuk harga saham Initial Public Offering (IPO) di NASDAQ. NFS tidak lagi menggratiskan pendaftaran domain. Domain mulai membayar US$ 50 per tahun.

Sumber : Koran Tempo (2 September 2004)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 16 September 2004

 

PERHATIAN : komput@si berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 1 Maret 2004 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI